• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga
Home Cerita Kampus

Bagaimana Jurnal Ilmiah Bisa Berkembang?

Smartrtku by Smartrtku
Juni 15, 2026
in Cerita Kampus
0
Workshop Universitas Mulia

Workshop jurnal di Universitas Mulia. (UM)

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SMART RTKU – Penulisan artikel pada jurnal ilmiah menjadi syarat tersendiri di dunia akademik. 

Selain pemahaman disiplin ilmu, untuk menulis jurnal membutuhkan kemampuan teknis penulisan tersendiri.

Sebab, harus menyesuaikan ketentuan penerbit jurnal. 

Selain itu, proses panjang hingga jurnal bisa terpublikasi, menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti.

Sebagai komitmen mencetak jurnal berkualitas, Universitas Mulia Balikpapan menghelat Workshop Standardisasi dan Pendampingan e-Journal menuju Akreditasi dan Indeksasi Global. 

Agenda berlangsung dua hari, mulai 12-13 Juni 2026. 

Universitas Mulia menghadirkan Prof. Dr. Irwansyah, pengelola Hasanuddin Law Review yang telah terindeks Scopus Q1. 

Di hadapan peserta, Prof. Irwansyah mengingatkan bahwa kualitas jurnal tidak ditentukan tampilan website semata. 

Di balik jurnal yang baik ada sistem yang bekerja disiplin: editor yang aktif, reviewer  kompeten, kebijakan jelas.

Termasuk artikel yang memiliki kebaruan ilmiah, serta dukungan institusi yang konsisten.

Melalui workshop ini, Universitas Mulia menargetkan lebih dari sekadar peningkatan peringkat akreditasi SINTA.

Workshop dihelat di Ruang 202 Fakultas Teknik lantai 2. 

Di sana, peserta berkumpul bukan sekadar mempelajari aplikasi bernama Open Journal Systems (OJS). 

Mereka datang membahas sesuatu yang jauh lebih mendasar: bagaimana memastikan jurnal ilmiah di Universitas Mulia tidak hanya lahir, tapi juga hidup, tumbuh, dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Workshop, Henny Okta Piyani, S.E., M.Ak., menjelaskan agenda ini tindak lanjut dari evaluasi pengelolaan jurnal di lingkungan Universitas Mulia.

Ia berujar, Universitas Mulia meyakini perlunya penguatan tata kelola e-journal dan peningkatan kapasitas pengelola jurnal.

Serta persiapan menuju akreditasi SINTA dan indeksasi internasional.

“Universitas Mulia saat ini telah memiliki sejumlah jurnal yang aktif dikelola fakultas maupun program studi,” jelas Henny. 

Namun tingkat kematangan pengelolaannya masih beragam.

Sebagian jurnal telah memiliki OJS dan terbit secara berkala, sebagian lainnya masih memerlukan penguatan di sejumlah aspek.

Seperti pada tata kelola editorial, manajemen reviewer, kebijakan publikasi, kualitas artikel, serta pemenuhan standar akreditasi dan indeksasi. 

Selain itu, ada kebutuhan mengaktifkan kembali beberapa jurnal dan membangun jurnal baru bagi program studi yang baru terbentuk.

Henny mengingatkan, capaian konkret yang diharapkan terbentuknya tata kelola jurnal yang sesuai standar nasional dan internasional.

Selain itu tersusunnya SK pengelola jurnal yang aktif, terbitnya jurnal secara tepat waktu dan berkelanjutan, meningkatnya kualitas artikel yang dipublikasikan.

Kemudian bertambahnya indeksasi jurnal pada database bereputasi.

“Seperti Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan pengindeks internasional lainnya, serta tersusunnya roadmap pengembangan jurnal menuju indeksasi global,” papar Henny. 

Ia juga mengingatkan, jurnal yang berkualitas meningkatkan reputasi dan visibilitas Universitas Mulia, mendukung akreditasi institusi dan program studi.

“Sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi melalui publikasi ilmiah yang diakui nasional dan internasional,” tutur Henny.

Sebagai pengingat, OJS bukan sekadar website jurnal. Sistem ini jantung pengelolaan publikasi ilmiah modern.

Yang menghubungkan penulis, editor, reviewer, hingga proses penerbitan secara transparan dan terdokumentasi. 

Melalui OJS, kualitas tata kelola jurnal dapat diukur, dilacak, dan dievaluasi.

Ketika sebuah jurnal melewatkan periode terbit yang telah dijanjikan, yang dipertaruhkan bukan hanya status akreditasi. 

Melainkan kredibilitas jurnal sebagai ruang diseminasi ilmu pengetahuan juga ikut dipertanyakan.

Pada hari kedua workshop, mempertemukan pengelola jurnal dari berbagai fakultas dan program studi. 

Di antara peserta terdapat pengelola jurnal yang telah berpengalaman, ada pula yang baru akan membangun jurnal untuk program studi yang relatif baru.

Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, jurnal ilmiah telah menjadi salah satu wajah akademik universitas di ruang publik global.

Kualitas jurnal sering kali mencerminkan kualitas budaya riset yang hidup di dalam institusi.

Universitas Mulia

Sudut Pandang Berbeda

Hari kedua pelaksanaan workshop bukan lagi tentang mendengarkan. Hari kedua tentang mengerjakan.

Laptop mulai terbuka. Template jurnal ditampilkan di layar. Berkas-berkas desain sampul muncul satu per satu. 

Diskusi yang sehari sebelumnya banyak berbicara konsep, standar akreditasi, dan tata kelola jurnal, di hari kedua berubah menjadi sesi bedah jurnal secara langsung.

Di tengah suasana itulah Prof. Dr. Irwansyah mengajak peserta melihat jurnal dari sudut pandang berbeda.

Menurutnya, banyak pengelola jurnal terlalu sibuk memikirkan indeksasi.

Tetapi lupa membangun fondasi yang menjadi syarat utama jurnal dapat bertahan dan berkembang.

Dalam pemaparannya, Editor in Chief Hasanuddin Law Review yang telah terindeks Scopus Q1 tersebut menunjukkan, keberhasilan jurnal tidak ditentukan satu faktor tunggal. 

Kualitas naskah, kompetensi editor dan reviewer, standar tata kelola, serta dukungan kebijakan institusi menjadi empat elemen yang saling berkaitan.

“Jurnal tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus menjadi bagian dari ekosistem akademik program studi dan institusi,” begitu salah satu pesan yang berulang kali ditekankan selama sesi pendampingan.

Untuk mengembangkan jurnal, baik dari sisi pengelola agar makin bereputasi maupun dari sisi penulis agar karya makin diakui, fokus utamanya pada kualitas riset, visibilitas, dan konsistensi.

Pesan itu terasa relevan bagi Universitas Mulia yang saat ini memiliki jurnal dengan tingkat kematangan beragam. 

Sebagian telah berjalan cukup baik, sebagian lainnya masih menghadapi tantangan keberkalaan, kualitas artikel, hingga penguatan tim editorial.

Bagi Prof. Irwansyah, persoalan terbesar sering kali bukan terletak pada teknologi ataupun platform OJS.

Justru tantangan yang paling sering ditemukan ada di kualitas manuskrip, ketersediaan reviewer yang kompeten, konsistensi penerbitan.

Serta kebijakan institusi yang belum sepenuhnya mendukung budaya publikasi ilmiah.

Ia mencontohkan bagaimana akreditasi jurnal saat ini tidak hanya menilai tampilan website atau kelengkapan administrasi. 

Penamaan jurnal, kualitas dewan editor, keterlibatan reviewer internasional, kebaruan artikel, konsistensi penerbitan, hingga jumlah kunjungan pembaca menjadi bagian dari indikator yang diperhatikan.

“Jurnal yang baik bukan sekadar memiliki artikel. Jurnal yang baik memiliki identitas keilmuan yang jelas,” ujarnya, seraya mengingatkan pentingnya fokus dan scope jurnal.

Menurutnya, jurnal yang terlalu umum justru akan kesulitan membangun reputasi ilmiah. 

Karena itu, setiap program studi perlu merancang jurnal yang memiliki karakter keilmuan yang tegas dan konsisten.

Universitas Mulia

Sesi Ciamik

Salah satu sesi paling ciamik perhatian peserta, justru muncul ketika Rektor Universitas Mulia menginisiasi lomba sederhana, namun sarat makna: kompetisi desain sampul jurnal.

Setiap program studi diminta merancang identitas visual jurnalnya masing-masing. Tidak ada peserta yang tinggal diam.

Ruangan yang semula tenang, mendadak berubah menjadi studio kreatif dadakan.

Ada yang sibuk memilih warna. Ada yang memperdebatkan tipografi. 

Ada yang mengutak-atik tata letak judul. Sebagian lain berdiskusi ihwal nama jurnal yang dianggap paling representatif terhadap disiplin ilmu program studi.

Persaingan berlangsung dalam suasana cair, namun serius.

Prof. Irwansyah kemudian berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain memberikan koreksi secara langsung.

Ia mengomentari berbagai aspek, mulai  pemilihan nama jurnal, kesesuaian warna, garis selingkung.

Begitu pun tata letak identitas penerbit, hingga unsur visual yang dianggap mampu memperkuat karakter jurnal.

Beberapa desain yang semula dianggap menarik justru mendapatkan banyak catatan perbaikan.

Sebaliknya, desain yang sederhana tetapi memiliki identitas keilmuan yang kuat memperoleh apresiasi.

Di sinilah peserta mulai memahami bahwa sampul jurnal bukan sekadar persoalan estetika.

Sampul adalah representasi identitas akademik.

Dalam materi yang disampaikan, Prof. Irwansyah juga menjelaskan salah satu aspek yang dinilai dalam akreditasi adalah konsistensi tampilan dan desain jurnal. 

Jurnal yang baik harus memiliki ciri khas yang mudah dikenali, serta mampu merepresentasikan bidang ilmu yang diusungnya.

Ia juga mengingatkan, tujuan akhir pengelolaan jurnal bukanlah sekadar memperoleh nilai akreditasi yang tinggi.

Yang jauh lebih penting, membangun ruang ilmiah yang mampu melahirkan pengetahuan baru.

Karena itulah peserta diajak memahami konsep state of the art, research gap, dan novelty sebagai fondasi artikel ilmiah yang berkualitas.

Menurutnya, artikel yang baik tidak hanya menjawab pertanyaan penelitian, tetapi juga memberi kontribusi baru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Pendekatan itu memberikan perspektif baru bagi banyak peserta. 

Mereka tidak lagi melihat jurnal sebagai kewajiban administratif untuk memenuhi kebutuhan akreditasi program studi.

Melainkan sebagai instrumen strategis yang dapat memperkuat reputasi akademik universitas.

Menjelang penutupan kegiatan, suasana ruangan masih dipenuhi diskusi. 

Beberapa kelompok terus menyempurnakan desain jurnal mereka.

Sebagian lainnya mencatat daftar pekerjaan yang harus segera diselesaikan setelah kembali ke program studi masing-masing.

Membangun jurnal yang terbit tepat waktu mungkin dapat dilakukan dalam satu atau dua tahun. 

Namun, membangun budaya akademik yang melahirkan artikel berkualitas, reviewer aktif, editor kompeten, dan jurnal yang dipercaya komunitas ilmiah membutuhkan ketekunan jauh lebih panjang.

Dari ruang 202 Fakultas Teknik Universitas Mulia pada Sabtu pagi itu, langkah kecil menuju tujuan tersebut sedang disusun, satu jurnal demi satu jurnal.

Selanjutnya jurnal-jurnal itu akan terus berkembang, tumbuh dan menggerakkan. 

M. Taufik 

Sumber: UM

Tags: Bagaimana Jurnal bisa berkembangSmart RTSmart RTkuSmartrtku.comUniversitas MuliaWorkshop jurnal
Previous Post

Tonarigumi

Smartrtku

Smartrtku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bertekad Jadi Profesional Entrepreneur

Bertekad Jadi Profesional Entrepreneur

Juni 12, 2026
Mengenal Kampus Putih

Mengenal Kampus Putih

April 24, 2026
Dikira

Dikira

Juni 12, 2026
Pelantikan RT di Balikpapan

Berapa Total RT di Balikpapan?

Juni 13, 2026

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0
Workshop Universitas Mulia

Bagaimana Jurnal Ilmiah Bisa Berkembang?

Juni 15, 2026
Tonarigumi

Tonarigumi

Juni 14, 2026
Ketua RT Balikpapan

Ketua RT Balikpapan Tangkal Terorisme

Juni 14, 2026
Alur Lengkap Mengurus Surat Nikah 

Alur Lengkap Mengurus Surat Nikah 

Juni 14, 2026

Recent News

Workshop Universitas Mulia

Bagaimana Jurnal Ilmiah Bisa Berkembang?

Juni 15, 2026
Tonarigumi

Tonarigumi

Juni 14, 2026
Ketua RT Balikpapan

Ketua RT Balikpapan Tangkal Terorisme

Juni 14, 2026
Alur Lengkap Mengurus Surat Nikah 

Alur Lengkap Mengurus Surat Nikah 

Juni 14, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.