SMART RT – Universitas Mulia (UM) Balikpapan melakukan penjajakan kerja sama internasional dengan Université de l’Itasy (UDI), salah satu kampus di Madagaskar.
Penjajakan dilakukan melalui pertemuan daring yang berlangsung pada Rabu, 16 September 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kedua perguruan tinggi mengidentifikasi bidang dan bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan berkelanjutan.
Sebagai pengingat, Madagaskar dikenal sebagai negara kepulauan di lepas pantai tenggara Afrika dan dikenal sebagai pulau terbesar keempat di dunia setelah Greenland, Papua, dan Kalimantan.
Dengan luas wilayah sekitar 587 ribu kilometer persegi, Madagaskar memiliki ukuran wilayah yang relatif sebanding dengan Pulau Kalimantan.
Pertemuan dilakukan melalui zoom mempertemukan jajaran pimpinan dan perwakilan sejumlah unit akademik dan unit pendukung Universitas Mulia dengan delegasi Université de l’Itasy.
Dari pihak Universitas Mulia, delegasi dipimpin Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Yusuf Wibisono, bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Wisnu Hera Pamungkas.
Hadir pula Dekan Fakultas Humaniora dan Kesehatan Djumhadi, perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Eko Edy Susanto, dan perwakilan FHK Merlina.
Selain itu, turut hadir Kepala Bagian Kerja Sama Wahyu Nur Alimyaningtias, Kepala Bagian Kemahasiswaan Riski Zulkarnain, dan Kepala Humas UM Yamani, sekaligus sebagai moderator.
Delegasi Université de l’Itasy dipimpin Prof. Randrianja Roger sekaligus President of the University of Itasy.
Ia didampingi Rakotoarivony Vanessa, General Coordinator; Dr. Razanadranaivo Dinamalala, Director of Partnerships; Dr. Andriamanalina Roger Luc, Director of Human Resources; serta Razainombana Harinjara, Lecturer and Researcher at the University of Itasy.
Dalam pertemuan itu, Yusuf Wibisono memaparkan konsep awal kerja sama yang ditawarkan Universitas Mulia.
Secara prinsip, kerja sama ini dirancang untuk berbasis daring, dengan mempertimbangkan jarak geografis dan perbedaan waktu antara Indonesia dan Madagaskar.
Balikpapan dan Madagaskar memiliki perbedaan waktu lima jam, sehingga pelaksanaan berbagai kegiatan akademik secara daring perlu direncanakan dan disesuaikan waktu yang memungkinkan bagi kedua institusi.
Sejumlah bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan secara daring antara lain penyusunan Joint Book atau Book Chapter, Guest Lecture dan Team Teaching, Joint Webinar dan Academic Seminar.
Kemudian kolaborasi jurnal akademik, Joint Research & Publication, kolaborasi mahasiswa secara daring (Online Student Collaboration), serta pertukaran budaya dan akademik (Cultural & Academic Exchange).
Berbagai bentuk kegiatan diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret membangun interaksi akademik antara sivitas akademika Universitas Mulia dan Université de l’Itasy.
Adapun kegiatan yang butuh kehadiran fisik atau pertemuan tatap muka dapat dipertimbangkan tahap selanjutnya, apabila kondisi memungkinkan, sesuai kebutuhan dan kesepakatan bersama.
Dalam pemaparannya, Wibisono memperkenalkan posisi strategis Balikpapan dan kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara.
Perkembangan IKN membuka ruang bagi pengembangan berbagai topik penelitian dan kajian bersama, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kota, teknologi, lingkungan, ekonomi, sosial, serta pengembangan kawasan ibu kota baru.
Tawaran tersebut mendapat sambutan positif dari Prof. Randrianja Roger.
Presiden Université de l’Itasy itu menyampaikan sejumlah bentuk kegiatan yang ditawarkan Universitas Mulia memiliki peluang untuk dikembangkan dan relevan dengan kebutuhan UDI.
Dalam kesempatan sama, Prof. Roger memaparkan kondisi dan karakteristik Université de l’Itasy, termasuk hubungan akademiknya dengan Université d’Antananarivo.
UDI berada di Distrik Soavinandriana, sekitar 130 kilometer dari Antananarivo, ibu kota Madagaskar.
Pertemuan ini menjadi ruang bagi kedua institusi untuk saling mengenal kapasitas, bidang keilmuan, kebutuhan, dan potensi pengembangan kerja sama.
Keterlibatan unsur pimpinan, fakultas, kerja sama, kemahasiswaan, dan humas Universitas Mulia menunjukkan pentingnya pendekatan lintas unit dalam pengembangan jejaring internasional.
Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, peluang kerja sama dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan yang relevan bagi sivitas akademika.
Secara geografis, Indonesia dan Madagaskar memiliki jarak yang cukup jauh.
Namun, perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan perguruan tinggi dari kedua negara membangun interaksi akademik tanpa harus menunggu pertemuan tatap muka.
Bagi Universitas Mulia dan Université de l’Itasy, pertemuan ini menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman bersama sebelum kerja sama dirumuskan dalam bentuk program yang lebih konkret.
Sebagai tindak lanjut, Universitas Mulia akan menyiapkan rancangan dokumen kerja sama yang meliputi Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Arrangement (IA).
Penyusunan dokumen akan mempertimbangkan kesesuaian bidang keilmuan dan potensi kegiatan yang dapat dikembangkan oleh kedua institusi.
Rancangan dokumen selanjutnya akan disampaikan kepada Université de l’Itasy untuk dipelajari dan dievaluasi.
Setelah tercapai kesepakatan, proses penandatanganan akan dilakukan secara desk to desk.
Dokumen yang telah ditandatangani oleh pejabat terkait dari Universitas Mulia akan dikirimkan secara fisik kepada pihak UDI untuk proses penandatanganan.
Setelah seluruh dokumen ditandatangani, masing-masing institusi akan menerima dokumen sebagai dasar formal pelaksanaan program kerja sama.
Melalui tahapan ini, Universitas Mulia berharap penjajakan dengan Université de l’Itasy dapat berkembang menjadi kemitraan akademik yang konkret.
Wabil khusus di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kemahasiswaan, dan bidang lain yang memiliki kesesuaian kepentingan kedua institusi.
Agung/ UM













