SMART RTKU – Universitas Mulia Balikpapan, salah satu kampus terbaik di Kalimantan Timur terus berbenah.
Visi besar sebagai perguruan tinggi berbasis technopreneurship berstandar internasional, tak hanya prosa indah yang tertulis dalam dokumen resmi kampus.
Melainkan terus diterjemahkan menjadi sasaran yang dapat diukur dan dicapai secara bertahap.
Salah satunya melakukan evaluasi kondisi institusi melalui analisis lingkungan strategis.
Hal itu mengemuka dalam Pelatihan Strategic Review Balanced Scorecard.
Agenda ini menjadi rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 23–26 Juni 2026.
Agenda dihelat di Gedung Fakultas Teknik lantai dua, Ruang 202, Universitas Mulia.
Selama pelatihan, peserta mendalami berbagai aspek perencanaan strategis institusi, mulai peninjauan visi dan misi.
Termasuk analisis lingkungan strategis, penyusunan strategy map, penetapan key performance indicators aka KPI.
Selain itu, penyelarasan sasaran strategis universitas ke tingkat fakultas, program studi, dan unit kerja.
Pelatihan ini diikuti pimpinan universitas, dekan, kepala biro, kepala lembaga, hingga ketua program studi.
Agenda ini bukan pelatihan teknis biasa.
Yang dibahas bukan sekadar program kerja tahunan atau target administratif, melainkan sesuatu yang jauh lebih mendasar.
Yakni bagaimana memastikan seluruh aktivitas Universitas Mulia bergerak menuju tujuan besar yang sama.
Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berubah, perguruan tinggi tidak lagi cukup menjalankan rutinitas akademik.
Kampus dituntut memiliki arah yang jelas, strategi terukur, serta kemampuan membaca tantangan masa depan.
Inilah yang menjadi ruh dari Strategic Review Balanced Scorecard.
Melalui sesi yang berlangsung sepanjang hari, peserta diajak meninjau kembali arah strategis universitas.
Selain itu, peserta diajak mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki universitas, kelemahan yang perlu diperbaiki, peluang yang bisa dimanfaatkan, dan ancaman yang harus diantisipasi.
Pendekatan ini menjadi fondasi penting sebelum menyusun langkah-langkah strategis ke depan.
Namun yang menarik, pelatihan ini tidak berhenti pada analisis semata.
Narasumber menekankan bahwa banyak organisasi memiliki visi yang baik.
Namun gagal mewujudkannya karena tidak mampu menerjemahkan visi tersebut menjadi tindakan yang konkret.
Di sinilah Balanced Scorecard berperan.
Pendekatan Balanced Scorecard membantu organisasi melihat keberhasilan tidak hanya dari sisi keuangan, tetapi juga dari kepuasan stakeholder.
Termasuk dari aspek kualitas proses internal, serta kemampuan organisasi untuk terus belajar dan berkembang.
Dalam konteks perguruan tinggi, ukuran keberhasilan tidak lagi sekadar jumlah mahasiswa atau gedung yang dimiliki.
Melainkan kualitas lulusan, kepuasan pengguna lulusan, produktivitas dosen, efektivitas tata kelola, hingga dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Salah satu gagasan yang paling mengemuka dalam pelatihan itu ihwal pentingnya membangun hubungan sebab-akibat.
Wabilkhusus antara setiap aktivitas yang dilakukan dengan tujuan besar institusi.
Setiap program, kegiatan, dan penggunaan anggaran harus memiliki kontribusi yang jelas terhadap sasaran strategis universitas.
Singkatnya, tidak ada lagi kegiatan yang dijalankan karena tradisi atau rutinitas tahunan.
Semua harus mampu menjawab satu pertanyaan sederhana namun mendasar:
Apakah kegiatan ini membantu Universitas Mulia mendekati visi yang ingin dicapai?
Pelatihan juga membahas penyusunan Strategy Map atau peta strategi.
Langkah ini menggambarkan keterkaitan antar sasaran strategis.
Melalui peta tersebut, peserta dapat melihat bagaimana peningkatan kompetensi dosen, penguatan kurikulum.
Lalu kualitas layanan mahasiswa, hingga tata kelola organisasi saling terhubung dalam membangun daya saing universitas.
Strategi yang telah disusun diterjemahkan ke dalam indikator kinerja utama atau key performance indicators yang terukur.
Langkah ini penting agar keberhasilan institusi tidak hanya menjadi harapan.
Tapi dapat dipantau dan dievaluasi secara objektif.
Bagi sebagian peserta, pelatihan ini menjadi momentum melihat kembali peran masing-masing unit kerja.
Sebab keberhasilan universitas bukan hanya tanggung jawab pimpinan, melainkan hasil kontribusi seluruh unsur organisasi.
Mulai fakultas, program studi, lembaga, biro, hingga individu yang ada di dalamnya.
Universitas Mulia, yang dikenal sebagai Kampus Putih, benar-benar berbenah.
Menyatukan visi dan langkah menuju kampus berstandar global.
M. Taufik I Sumber: UM













