SMART RT – Universitas Mulia Balikpapan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui program pendampingan berkelanjutan bagi mahasiswa dan masyarakat.
Seperti Koperasi Mahasiswa, Inkubator Bisnis dan Klinik UMKM.
Kepala Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulia, Dr. Pudjiati menjelaskan ketiga program tersebut dirancang memiliki fungsi yang berbeda.
Namun saling melengkapi untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM.
Pudji menjelaskan, Inkubator Bisnis wadah di tingkat universitas bagi mahasiswa yang telah memiliki UMKM untuk mendapatkan pembinaan berkelanjutan melalui dosen sebagai pendamping mereka.
“Dalam Inkubator Bisnis, mahasiswa tidak hanya memperoleh pendampingan dalam mengembangkan produk. Tapi juga arahan mengenai strategi pemasaran hingga penguatan manajemen usaha,” ungkap Pudji, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Koperasi Mahasiswa difungsikan sebagai laboratorium pembelajaran kewirausahaan.
Seluruh pengelolaan koperasi dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai jurusan.
Diharapkan mahasiswa dapat belajar mengenai tata kelola organisasi, administrasi, hingga pemasaran produk secara.
Di sisi lain, Universitas Mulia Balikpapan membentuk layanan Klinik UMKM, sebagai pusat konsultasi dan pendampingan terhadap masyarakat bagi pelaku UMKM.
Layanan ini melibatkan para dosen sebagai konsultan sesuai bidang keahlian.
“Layanan Klinik UMKM sudah mulai berjalan di sejumlah wilayah, salah satunya di Kecamatan Balikpapan Kota. Pusatnya di lingkungan Universitas Mulia,” ucap Pudji.
Para dosen di Universitas Mulia dilibatkan untik menyesuaikan pendampingan dengan kompetensi yang paling relevan dimiliki terhadap setiap pelaku UMKM.
Melalui sinergi Koperasi Mahasiswa, Inkubator Bisnis, dan Klinik Bisnis UMKM, Universitas Mulia Balikpapan berharap dapat menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mampu mencetak wirausahawan muda.
Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM di Kota Balikpapan.
“Ini lah bentuk pengabdian masyarakat dan salah satu program Universitas Mulia yang bergerak fokus saat ini,” papar Pudjiati.
Dorong Pengembangan UMKM
Selain itu, Universitas Mulia Balikpapan juga terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah aka UMKM.
Kampus Putih menggandeng Kecamatan Balikpapan Kota, membentuk Klinik UMKM yang berfokus layanan pendampingan dan konsultasi.
Dr. Pudjiati, mengatakan Klinik Bisnis UMKM saat ini telah mulai berjalan di Kecamatan Balikpapan Kota.
Program tersebut segera diluncurkan secara resmi sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
“Ini menjadi salah satu bukti, bukan hanya omongan tapi impelementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian masyarakat Universitas Mulia terjun kepada masyarakat di Kecamatan Balikpapan Kota,” ungkap Pudjiati.
Klinik UMKM melibatkan seluruh dosen Universitas Mulia Balikpapan berperan sebagai sahabat konsultasi, karena setiap pelaku UMKM memiliki kebutuhan yang berbeda.
Ragam masalah yang dikonsultasikan dapat mencakup aspek manajemen, keuangan, pemasaran hingga pengembangan usaha.
“Sehingga ditangani dosen yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya,” jelas Dr. Pudjiati.
Dr. Pudjiati menjelaskan, Universitas Mulia Balikpapan telah lama fokus terhadap UMKM di lingkup Perguruan tinggi yang menaungi usaha mahasiswa.
Seperti Inkubator Bisnis dan Koperasi Mahasiswa.
Namun kali ini, Klinik UMKM memiliki fungsi yang berbeda dengan turun langsung kepada masyarakat sebagai wadah konsultan bisnis UMKM.
“Layanan fasilitas Klinik UMKM akan tersebar di sejumlah kecamatan dengan pusat koordinasi berada di Universitas Mulia, ke depan kita launching di Kecamatan Balikpapan Kota,” ucapnya.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi bisnis secara gratis.
Berbagai topik yang dapat dikonsultasikan antara lain strategi meningkatkan omzet, penyusunan pembukuan, penguatan merek produk, hingga strategi pemasaran.
M. Taufik
Editor: Agung














