• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
Home Esai

Pati

Smart RTku by Smart RTku
Agustus 22, 2026
in Esai
0
AMPB Pati

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di depan Gedung DPR RI. (GI)

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jumat, 21 Agustus 2026, puluhan warga Pati, Jawa Tengah tiba di Jakarta.

Mereka kemudian beringsut menuju gedung DPR RI, memasang beragam spanduk dan menancapkan bendera di atas pagar DPR.

Satu bendera Merah Putih, satunya bendera AMPB alias Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.

Langkah itu sebagai persiapan untuk melakukan aksi besar pada 27 Agustus mendatang.

Kepada awak media, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mengatakan, dalam demo pekan depan, massa AMPB berharap dapat menemui Ketua DPR RI Puan Maharani.

Mereka menuntut disahkannya RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.

Warga Pati, sejak tahun lalu membawa energi baru bagi bangsa ini. Di era Prabowo, mereka mengawali gerakan masyarakat ke jalanan.

Mulanya aksi terhadap pajak PBB yang mencekik rakyat. Mereka melakukan aksi unjuk rasa menekan eks Bupati Sudewo.

Aksi mereka menjadi isu nasional. Seakan menjadi inspirasi bagi warga lain untuk berani bersuara melawan kebijakan yang mencekik.

Mereka juga melakukan aksi ke Jakarta, tepatnya ke KPK untuk melaporkan dugaan korupsi eks bupati mereka.

Belakangan, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pati nonaktif Sudewo. Ia diduga melakukan jual beli jabatan.

Rakyat Pati menang dua kali.

BACA JUGA  Universitas Mulia Dampingi UMKM Mahasiswa dan Masyarakat Balikpapan

Pertama, kebijakan pajak mencekik dianulir. Kedua, eks Bupati ditangkap KPK.

Rakyat Pati mengajarkan, tak ada perjuangan yang sia-sia.

Meski harus dilalui beragam pengorbanan.

Pada medio Agustus 2026, mereka kembali berunjuk rasa. Kala itu bukan di depan kantor bupati. Melainkan di gedung DPRD Pati.

Mereka menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Tapi saat audensi mereka berisi tegang.

Beberapa anggota DPRD malah meninggalkan lokasi. Massa aksi kecewa, mereka ‘menyandera’ anggota DPRD Pati.

Menduduki kantor Parlemen dan menyegelnya. Massa akhirnya bersepakat untuk melanjutkan aksinya ke Senayan, Jakarta pada 27 Agustus.

Rakyat Pati mengajarkan arti perjuangan dan pengorbanan.

Aksi Pati juga mengingatkan dalam perjuangan pasti melewati badai. Bahkan pengkhianatan.

Itu terjadi usai awal aksi besar mereka. Kala itu salah satu punggawa aksi Husein, menjadi ikon perjuangan mereka. Gegara ribut dengan polisi.

Nama Husein dielu-elukan bak pahlawan. Menjadi ikon perjuangan awal masyarakat Pati. Tapi seiring waktu kondisi berbalik.

Sebelum bupati Pati ditangkap KPK, Husein justru karib sekali dengan bupati.

Bahkan membuat video bersama, meminta stop gerakan rakyat.

Paska video itu menyebar, tentu saja, Husein menjadi bulan-bulanan.

Ia dianggap mengkhianati gerakan rakyat. Disebut sebagai pengkhianat gerakan. Karena begitu mudah dikondisikan.

BACA JUGA  RT 34 Sepinggan Baru Gotong-royong Sambut HUT ke-81 RI

Dalam satu momen, Husein nyaris diamuk massa. Ia hampir djgebuki masyarakat Pati gegara pengkhianatannya.

Namanya seketika hancur lebur. Yang tadinya dianggap pahlawan, akibat pengkhianatannya, ia dimusuhi, dicaci, dikucilkan.

Bukan saja warga Pati yang membencinya. Netizen se-Indonesia pun mencercanya.

Karakter Husein babak belur, ia pun tenggelam tak pernah lagi dielu-elukan.

Dalam seruan aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, 27 Agustus 2026, batang hidung Husein tak pernah lagi terlihat.

Seolah benar-benar dijauhi rakyat.

Pengkhianatan dalam sebuah gerakan tentu saja memantik murka rakyat.

Dus apa yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Jakarta. Di saat mahasiswa lain berunjuk rasa, beberapa mahasiswa itu malah duduk manis bersama Gibran.

Saat diwawancarai media, suaranya gugup, jawabannya gelagapan. Pernyataannya pun terdengar seperti penjilat. Bukan peserta aksi.

Akhirnya terungkap, mereka mendapat bayaran puluhan juta untuk menghadiri undangan Gibran ke kantor Wapres.

Setelahnya, lagi-lagi mahasiswa itu hampir diamuk massa.

Kejadian pengkhianatan gerakan juga terjadi di Kaltim. Salah satu punggawa BEM di kampus Samarinda viral.

Di tengah eskalasi kemarahan masyarakat terhadap rezim, ia justru berfoto bersama Jokowi.

Padahal publik tengah merasakan puncak kemarahan terhadap Dinasti dan Jokowi.

BACA JUGA  Proses dan Manfaat Surat Ahli Waris

Yang dinilai mewariskan utang negara yang besar dan merusak tatanan ajeg konstitusi dan tata kelola pemerintahan.

Alhasil, publik marah atas beredarnya punggawa BEM itu. Belakangan, ia pun mengundurkan diri.

Dslam setiap eskalasi perjuangan selalu ada pengkhianat dan penjilat.

Keduanya cenderung bergelimang harta tiba-tiba, tetapi hanya sesaat saja.

Sebab tak lama, jstru akhir cerita mereka kebanyakan jadi mengenaskan.

Entah menjadi musuh rakyat, hidupnya sengsara dan atau tidak akan ada lagi tempat berpijak.

Lingkungan sosial akan menjauhinya.

Alam menghukumnya. Lebih mengerikan dibanding hukum positif.

Pati serta berbagai gerakan rakyat dan mahasiswa berkali-kali mengingatkan:

Jauhilah sifat dan sikap khianat, jauhilah karakter menjilat.

Dan jauhi pula lingkungan seperti itu.

Sebelum semuanya terlambat. Sebelum hukum alam dan hukum sosial bekerja.

Tak pernah ada keberuntungan yang membersamai pengkhianat dan penjilat.

Yang terjadu justru akhirnya sengsara.

Dalam contoh kasus-kasus besar, banyak pula penjilat yang dipelihara penguasa, justru menjadi tumbal majikan yang memeliharanya.

Saat ada kasus hukum, penjilat itu menjadi tumbal agar majikannya bebas lepas.

Cepat atau lambat alam dan lingkungan sosial menghukum pengkhianat dan penjilat. Sejarah terlalu sering mengingatkan kita.

Shallallahu alaa Muhammad

Rudi Agung

Tags: Aksi 27 AgustusAliansi Masyarakat Pati BersatuSmart RTSmart RTku
Previous Post

Denah Pasar BP Kelurahan Damai, Hasil KKN Mahasiswa Universitas Mulia: Rampung 

Next Post

Ponco Ketua RT 36, Jaga Guyub Warga lewat Tradisi Keagamaan

Smart RTku

Smart RTku

Next Post
Ketua RT

Ponco Ketua RT 36, Jaga Guyub Warga lewat Tradisi Keagamaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Universitas Mulia

Tingkatkan SDM Ketua RT, Universitas Mulia Buka Kelas Eksekutif Berbiaya Murah

Juli 22, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

Agustus 11, 2026
Ketua RT Balikpapan

Ketua RT 24 Kasmiran, Perantau Banyuwangi  Tata Permukiman Warga Balikpapan

Agustus 13, 2026
Ketua RT 4 Balikpapan Barat

Ketua RT 4 Baru Tengah, Wildan: Putuskan Patologi Sosial 

Juni 23, 2026

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0
PKKMB

Mulia Inauguration 2026: Penutupan PKKMB UM Diwarnai Kreativitas Generasi Z

Agustus 22, 2026
Ketua RT

Ponco Ketua RT 36, Jaga Guyub Warga lewat Tradisi Keagamaan

Agustus 22, 2026
AMPB Pati

Pati

Agustus 22, 2026
Universitas Mulia

Denah Pasar BP Kelurahan Damai, Hasil KKN Mahasiswa Universitas Mulia: Rampung 

Agustus 22, 2026

Recent News

PKKMB

Mulia Inauguration 2026: Penutupan PKKMB UM Diwarnai Kreativitas Generasi Z

Agustus 22, 2026
Ketua RT

Ponco Ketua RT 36, Jaga Guyub Warga lewat Tradisi Keagamaan

Agustus 22, 2026
AMPB Pati

Pati

Agustus 22, 2026
Universitas Mulia

Denah Pasar BP Kelurahan Damai, Hasil KKN Mahasiswa Universitas Mulia: Rampung 

Agustus 22, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.