SMART RT — Universitas Mulia Balikpapan resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Angkatan ke-7 Tahun 2026 di Gedung Cheng Ho, Jumat, 18 September.
Sebanyak 542 mahasiswa yang tergabung dalam 61 kelompok, telah menuntaskan pengabdian masyarakat selama satu bulan, di seluruh kelurahan di Kota Balikpapan.
Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, KKN tahun ini mengusung pendekatan “Sustainable Development Goals aka SDGs”.
Program mahasiswa diarahkan pada sejumlah bidang yang berkaitan langsung kebutuhan masyarakat.
Antara lain pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat lainnya.
Rangkaian acara penutupan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Yamani, S.Pd., M.Pd.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran pimpinan dan panitia KKN Universitas Mulia.
Agenda penutupan dihadiri Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, Wakil Rektor I, Ketua Komite KKN Gunawan, S.T., M.T.
Serta Ketua KKN SDGs Yustian Hervanda, S.Kom., M.Kom., para Dosen Pendamping Lapangan (DPL), dan mahasiswa KKN.
Ketua KKN SDGs Yustian Hervanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa dan DPL yang telah menjalankan rangkaian kegiatan selama satu bulan.
Menurut Yustian, pendampingan DPL menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa dapat menjalankan program KKN di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas peran serta dan aktivitas Dosen Pendamping Lapangan yang telah mendampingi mahasiswa selama KKN berlangsung,” ujarnya.
Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Tetapi dapat memberikan manfaat yang tetap dirasakan masyarakat.
“Semoga dengan berakhirnya KKN tahun ini, apa yang sudah mahasiswa Universitas Mulia lakukan dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” katanya.
Mengenal Masyarakat dari Dekat
Ketua Komite KKN Universitas Mulia Gunawan, S.T., M.T., mengatakan KKN menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan realitas masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah disusun, tetapi juga belajar ihwal persoalan masyarakat dari tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.
“Di sinilah sesungguhnya mahasiswa mengenali warga dan akar rumput langsung masyarakat sekitar,” ujar Gunawan.
Ia menjelaskan, pendekatan SDGs dalam KKN tahun ini diterapkan melalui berbagai program, termasuk bidang pendidikan dan kesehatan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat kegiatan pengabdian tidak sekadar bersifat sementara, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Diharapkan berjalan dan berkelanjutan. Dari keberhasilan kita belajar bersyukur dan dari kekurangan kita belajar introspeksi diri,” katanya.
Gunawan juga menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini memiliki sejumlah pembaruan.
Untuk pertama kalinya, mahasiswa peserta KKN Universitas Mulia memperoleh sertifikat dan kegiatan penutupan diselenggarakan secara khusus.
Ia berpesan agar pengalaman selama berada di tengah masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa.
“Teruslah belajar, teruslah mengabdi, dan teruslah berinovasi,” ujarnya.

Respons Positif dari Kelurahan
Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, mengatakan penutupan ini sekaligus menjadi momentum penarikan mahasiswa setelah menjalani KKN selama satu bulan sejak Agustus 2026.
Agung mengapresiasi seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan KKN, terutama karena model pelaksanaan tahun ini berbeda dibanding KKN Universitas Mulia sebelumnya.
Ia juga menceritakan respons sejumlah lurah yang ditemuinya dalam beberapa hari terakhir.
Dalam percakapan itu, pelaksanaan KKN menjadi salah satu topik yang dibahas.
“Saya beberapa hari lalu bertemu dengan beberapa lurah dan berdiskusi ringan. Salah satu poin diskusinya terkait KKN. Ada yang mengatakan, ‘Kok sebentar sekali KKN yang dilakukan mahasiswa Universitas Mulia?'” kata Agung.
Bagi Agung, pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa selama pelaksanaan KKN telah dirasakan masyarakat.
“Artinya, apa yang mahasiswa KKN lakukan berdampak positif kepada masyarakat,” ujarnya.
Hasil KKN Bakal Didokumentasikan
Universitas Mulia juga menyiapkan dokumentasi hasil pelaksanaan KKN Angkatan ke-7 dalam bentuk buku dan video.
Agung mengatakan, berbagai video yang dibuat mahasiswa selama kegiatan akan dikumpulkan dan didokumentasikan.
Hasil itu nantinya tidak hanya menjadi arsip Universitas Mulia, tetapi juga akan diserahkan kepada kelurahan tempat mahasiswa melaksanakan KKN.
“Untuk KKN tahun ini akan dibuatkan buku. Video-video yang sudah dibuat akan dikumpulkan dan nanti diserahkan ke kelurahan-kelurahan tempat mahasiswa KKN serta akan diserahkan langsung kepada Wali Kota Balikpapan,” katanya.
Dalam acara penutupan, peserta juga menyaksikan video kompilasi kegiatan KKN dari sejumlah kelompok.
Video tersebut menjadi dokumentasi visual berbagai aktivitas mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di lapangan.
Gunawan mengatakan video hasil karya mahasiswa tersebut selanjutnya akan diperlombakan. Panitia juga telah menyiapkan hadiah bagi kelompok yang menghasilkan karya terbaik.
Penutupan KKN Angkatan ke-7 menandai berakhirnya satu bulan kegiatan pengabdian 542 mahasiswa Universitas Mulia di seluruh kelurahan Kota Balikpapan.
Bagi Universitas Mulia, pelaksanaan KKN berbasis SDGs menjadi bagian dari upaya mempertemukan proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Kegiatan itu sekaligus meninggalkan dokumentasi berupa buku dan karya audiovisual.
Diharapkan dapat menjadi rekam jejak pelaksanaan KKN sekaligus bagian dari hubungan berkelanjutan antara Universitas Mulia dan masyarakat Kota Balikpapan.
Bung Rico Alfransisco













