SMART RT – Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara terdapat lingkungan yang menjadi ruang belajar.
Sekaligus tempat pengabdian bagi delapan mahasiswa Universitas Mulia, Balikpapan.
Mereka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RT 52 dengan menelaah potensi lingkungan, lalu menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua kelompok KKN UM Balikpapan, Siti Rosalena menjelaskan sesampainya di lokasi KKN, mereka terlebih dahulu melakukan observasi.
Kemudian mengumpulkan data, berdialog dengan masyarakat, serta melihat langsung kebutuhan yang ada di lingkungan RT 52.
“Dari proses awal itu, kami susun dan kami laksanakan program bertahap,” jelas Siti Rosalena, yang biasa dipanggil Oca, Senin 25 Agustus 2026.
Mereka memprioritaskan pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat.
Oca menyebutkan salah satu potensi yang menarik perhatian kelompok KKN, yakni kebiasaan warga mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Botol plastik dan kardus telah dikumpulkan warga untuk kemudian dijual kembali.
Kebiasaan sederhana itu dinilainya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sekaligus peluang ekonomi yang sebenarnya telah tumbuh di tengah warga RT 52.
Melihat keadaan tersebut, kelompok KKN memilih Bank Sampah sebagai program unggulan.
Program ini bukan sekadar menghadirkan tempat baru untuk menampung sampah.
Tetapi juga menjadi upaya menata kebiasaan yang sudah dimiliki masyarakat agar lebih terorganisir.
“Adanya tempat khusus yang kami buat, warga diharapkan memiliki wadah bersama untuk mengumpulkan sampah yang masih mempunyai nilai ekonomi. Seperti botol plastik, kardus dan lainnya.”
Kelompok KKN Universitas Mulia, yang ditugaskan di RT 52, terdiri dari delapan mahasiswa di berbagai Program Studi.
Mereka adalah Siti Rahayu dan Qoonita Nurhasanah dari Program Studi Manajemen, Dea Novita dari Program Studi Hukum.
Lalu Diva Luthfiana Putri dari Program Studi PGPAUD, serta Siti Rosalena dari Program Studi Akuntansi.
Selain itu, ada pula Dinda Nurul Fadhilah dan Yehezkiel Dio Sinolungan dari Program Studi Informatika, serta Warhana Nandyu dari Program Studi Sistem Informasi.
Perbedaan latar belakang keilmuan itu menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan berbagai kegiatan.
Sebab setiap mahasiswa dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan bidang yang dipelajari.
“Banyak yang bisa kita diskusikan bersama dan kita terapkan dari keilmuan yang berbeda-beda,” jelas Oca.

Program Unggulan KKN Muara Rapak
Kelompok KKN Universita Mulia Balikpapan memilih bank sampah sebagai program unggulan.
Keputusan mereka didasarkan pada prinsip ekonomi yang tumbuh dari masyarakat dan kembali kepada masyarakat.
Mahasiswa tidak mulai kegiatan dari titik nol, melainkan mengembangkan kebiasaan yang sebelumnya sudah dilakukan warga.
Botol plastik dan kardus yang selama ini dikumpulkan secara mandiri, diarahkan menjadi bagian sistem pengelolaan sampah yang lebih terpusat.
Sekertaris kelompok KKN Universitas Mulia Balikpapan, Dinda Nurul yang biasa dipanggil Dinda menjelaskan, program tersebut menjadi bentuk edukasi ihwal pentingnya memilah sampah.
Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dipisahkan berdasarkan jenisnya. Lalu dikumpulkan untuk memiliki nilai ekonomi.
“Dari kebiasaan itu, selain membantu ekonomi lingkungan warga, juga membantu lingkungan yang lebih bersih.”
“Dari situ lah bisa berjalan beriringan antara nilai ekonomi dan nilai kebersihan lingkungan,” ungkap Dinda.
Dinda berharap dengan bank sampah yang dibuat kelompok KKN Universitas Mulia Balikpapan di RT52, dapat dimanfaatkan.
Sekaligus dapat dilanjutkan para warga, karena keberlanjutan menjadi bagian penting program tersebut.
Keberhasilan kegiatan pengabdian bukan hanya terlihat ketika mahasiswa berada di tengah masyarakat.
Tetapi ketika program masih dapat berjalan dan memberikan manfaat setelah mereka kembali ke kampus.
Selama empat minggu, rangkaian program KKN dilaksanakan bertahap berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat.
Pada minggu pertama, mahasiswa fokus pengenalan lingkungan, pelaksanaan tiga survei program umum universitas, pengumpulan data.
Serta penyusunan dan finalisasi program kerja.
Minggu kedua diisi Sosialisasi Anti Bullying di SDN 004 Balikpapan Utara, Sosialisasi Digitalisasi UMKM bersama kelompok KKN Muara Rapak 2, dan pembagian MBG bersama ibu-ibu PKK.
Memasuki minggu ketiga, kegiatan berlanjut melalui Sosialisasi Pencegahan Stunting bersama kelompok KKN Muara Rapak 2, Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi, serta senam bersama warga.
Pada minggu keempat, mahasiswa melaksanakan pembuatan papan identitas atau batas wilayah RT, Sosialisasi Bijak dalam Bermedia Sosial di MTSN 1 Balikpapan.
Kemudian menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan evaluasi dan pelaporan.
Di antara berbagai kegiatan tersebut, bank sampah menjadi salah satu jejak yang diharapkan tetap hidup di RT 52.
Dari botol plastik dan kardus yang selama ini dikumpulkan warga, lahir gagasan sederhana untuk membangun kebiasaan yang lebih tertata.
KKN pun tidak berhenti hanya dalam jangka waktu empat minggu, tetapi meninggalkan jejak upaya yang dapat terus dirawat masyarakat.
“Semoga kami kelompok KKN Universitas Mulia Balikpapan di RT52 Kelurahan Muara Rapak dapat meninggalkan jejak program yang bermanfaat hingga jangka panjang,” harap Dinda.
M. Taufik
Editor: Agung













