SMART RT – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Universitas Mulia Balikpapan, bangkit kembali.
UKM Jurnalistik yang sempat mati suri, kembali dihidupkan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam bidang publikasi media.
Kali ini, peserta UKM Jurnalistik lebih didominasi mahasiswa baru.
Menurut Amrico, salah satu pembina UKM Jurnalistik, pihaknya menghidupkan kembali unit kegiatan mahasiswa terkait.
Salah satu tujuannya mencetak calon-calon jurnalis andal dan memberi bekal keahlian mahasiswa di luar bangku kuliah.
“Kita perlu mahasiswa-mahasiswa kritis yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi kekinian,” jelasnya.
Sebetulnya, jelas Amrico, UKM Jurnalistik sudah pernah dibangun. Namun karena benturan waktu antara pembina dan mahasiswa akhirnya vacum.
Karena itu, pihak Universitas Mulia lebih mengutamakan peserta dari mahasiswa baru agar waktu mereka lebih longgar.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng mitra dari wartawan yang pernah berkecimpung di media nasional, Jakarta.
Sekaligus berpengalaman dalam mendirikan media massa di beberapa daerah.
Amrico menilai menghidupkan kembali UKM Jurnalistik dinilai sangat penting.
“Mahasiswa tak hanya butuh nilai akademik, tapi juga soft skill sesuai passion mereka,” jelas Amrico.
Untuk kebangkitan UKM Jurnalistik kali ini, tercatat ada 18 mahasiswa.
Para mahasiswa baru yang tertarik UKM Jurnalistik ini pun telah menggelar pertemuan perdana.
Pada Jumat 11 September 2026, pertemuan awal itu dihelat di Perpustakaan Kampus Putih.
Amrico menjelaskan, dalam pertemuan dibahas dasar-dasar jurnalistik. Termasuk perbedaan opini dan fakta.
Hal-hal mendasar ini perlu diketahui sebagai salah satu modal untuk mengetahui framing media massa.
“Fakta yaitu sesuatu yang benar-benar terjadi, dapat dibuktikan kebenarannya bisa dari data, pengamatan, dokumen, dan sumber terpercaya,” jelasnya.
Sedangkan opini, yakni pendapat pribadi yang belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.
Amrico juga menjelaskan perbedaan jurnalistik dan jurnal, novel dan story telling.
Ia tak menyangka, dari salah satu anggota UKM Jurnalistik ternyata ada seorang penulis cerpen.
Riko, sapaan karib Amrico, meyakini UKM Jurnalistik Universitas Mulia Balikpapan bisa mencetak calon-calon jurnalis andal yang profesional dan berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.
“Semoga pertemuan malam ini menjadi awal yang baik untuk kita semua,” tuturnya.
M. Taufik
Editor: Agung













