• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
Home Berita RT

Ketika Debit Air Lebih Besar dari Kemampuan Pompa

Newsroom by Newsroom
September 16, 2026
in Berita RT
0
Berita RT di Balikpapan

Ketua RT05 Damai Bahagia, Sapardi berkisah saat banjir menerjang wilayahnya. (Smartrtku)

325
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SMART RT – Banjir, ibarat momok yang terus menancap dalam memori Sapardi. 

Ketua RT 05, Gang Mufakat II, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan tak pernah lupa satu momen dalam hidupnya. 

Yakni, di saat banjir menghantam wilayahnya. 

Kala itu, cerita Sapardi, banjir besar terjadi di Gang Mufakat. 

Salah satu kejadian yang paling diingatnya terjadi tahun 2012. Saat itu, air sempat masuk hingga ke area musala. 

Sejak kejadian itu, warga mulai memahami titik yang lebih aman ketika banjir datang.

Kini, banjir biasanya terjadi ketika hujan deras bertepatan dengan air pasang tinggi. 

Kondisi itu membuat warga harus selalu waspada, termasuk ketika malam hari.

Tahun 2024, banjir besar di wilayahnya juga berdampak pada kehidupan warga. 

Ia juga mengenang, di tahun itu, ada warga yang harus dievakuasi karena kondisi sakit dan tidak dapat bergerak sendiri. 

Dampak banjir paling terasa ketika air mulai masuk ke dalam rumah. 

Sejumlah perabot seperti kasur, kulkas, barang elektronik, hingga kendaraan dapat terdampak genangan.

BACA JUGA  Ratusan Warga dari Dua RT di Balikpapan Pertanyakan Janji Pemkot Soal Masalah Ini

Sapardi menyebut, saat air di kawasan sungai mencapai sekitar lutut orang dewasa, genangan di rumah warga bisa lebih tinggi. 

Di sejumlah rumah, air bahkan dapat mencapai sekitar pinggang.

Kondisi tersebut membuat warga harus memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. 

“Namun, tidak semua benda dapat diselamatkan,” kenangnya. 

Ia menilai banjir di Gang Mufakat II tidak bisa hanya dilihat dari kondisi permukiman. 

Menurutnya perkembangan pembangunan di wilayah hulu ikut memengaruhi aliran air menuju kawasan hilir.

Perumahan dan pembukaan lahan yang terus bertambah membuat area resapan air semakin berkurang. 

Air hujan kemudian lebih cepat mengalir menuju sungai.

Sapardi menyebut, aliran air dari sejumlah kawasan seperti Kilo, Kampung Timur, dan Sungai Ampal bermuara ke wilayah hilir di sekitar permukiman warga.

Kini, banjir biasanya terjadi ketika hujan deras bertepatan dengan air pasang tinggi. 

Dampaknya, membuat warga harus selalu waspada, termasuk ketika malam hari.

“Kalau sudah hujan deras sama indikasi air laut naik, sudah tidak berani tidur,” ujar Sapardi.

BACA JUGA  Ketua RT se-Balikpapan Utara Ikuti Sosialisasi Perlinsos

Kasur dan perabot besar biasanya tetap terdampak dan membutuhkan waktu untuk dikeringkan setelah banjir surut.

“Kalau perumahan dan lain sebagainya bertambah, lebar sungai tidak ditambah, airnya tidak bisa masuk ke sungai,” katanya.

Karena itu, Sapardi menilai pembangunan perlu disertai pengawasan sejak awal. 

Ia juga menyoroti keberadaan rumah pompa di kawasan Sungai Ampal. I

Sapardi mengingat kejadian pada 2024 ketika genangan bertahan sejak subuh hingga malam hari.

Menurut pengamatannya, debit air yang datang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan pompa. 

Ia juga melihat perbedaan ketinggian air di sisi sebelum dan sesudah rumah pompa.

Setelah kejadian tersebut, dibuat jalur tambahan untuk membantu memperlancar aliran air. 

Sapardi menilai langkah itu membuat air lebih cepat surut pada banjir berikutnya.

Namun, ia tetap berharap ada penanganan jangka panjang melalui pelebaran sungai dan saluran air. 

Menurutnya, kapasitas sungai harus disesuaikan dengan perkembangan kawasan di bagian hulu.

Dalam penjelasan Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan pada Agustus 2024, rumah pompa di hilir Sungai Ampal salah satu upaya penanganan banjir jangka pendek. 

BACA JUGA  Mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu, Sekarang Namanya SKBR

Saat itu, operasional rumah pompa sempat terganggu akibat tumpukan sampah yang terbawa arus, mulai dari botol, sofa, kasur, hingga tandon air.

DPU juga menyebut pelebaran saluran dari kawasan Beller menuju Jalan Penegak membutuhkan anggaran sekitar Rp1 triliun. 

Rinciannya terdiri dari pembebasan lahan sekitar Rp600 miliar dan pembangunan saluran sekitar Rp400 miliar.

Gang Mufakat II dihuni warga dengan latar belakang beragam. 

Ada pegawai negeri, karyawan, pedagang, serta keluarga yang telah tinggal di kawasan tersebut sejak puluhan tahun lalu.

Sapardi menyebut sebagian warga sudah menempati kawasan itu sejak sekitar 1980-an. 

M. Taufik

Editor: Agung

Tags: Banjir BalikpapanBanjir Gang MufakatBerita RT di BalikpapanSmartSmart RTku
Previous Post

Ketua RT05 Damai Bahagia, Supardi Jaga Warga dari Ancaman Banjir

Next Post

Gratispol dan Harapan Kaltim 10 Tahun Mendatang

Newsroom

Newsroom

Next Post
Universitas Mulia

Gratispol dan Harapan Kaltim 10 Tahun Mendatang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Universitas Mulia

Tingkatkan SDM Ketua RT, Universitas Mulia Buka Kelas Eksekutif Berbiaya Murah

Juli 22, 2026
Cerita Kampus

Bank Sampah Jadi Program Unggulan KKN Universitas Mulia di RT 52 Muara Rapak

Agustus 26, 2026
Berita RT di Balikpapan

Wakili Telagasari Lomba CGH: RT 04 Hadirkan Program Ketahanan Pangan

Oktober 14, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

Agustus 11, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Universitas Mulia

Ikuti Turnamen Pickleball Antar RT, Pendaftaran sampai 5 Desember

Oktober 20, 2026
Berita RT

Aktif dan Responsif, Mustari Kembali Dipercaya Pimpin RT 54 Sepinggan Baru

Oktober 19, 2026
BPKB

Begini Cara Mudah Mengurus BPKB Hilang

Oktober 16, 2026
Safana

Safana di Universitas Mulia Hadirkan Dua Profesor Terkemuka 

Oktober 15, 2026

Recent News

Universitas Mulia

Ikuti Turnamen Pickleball Antar RT, Pendaftaran sampai 5 Desember

Oktober 20, 2026
Berita RT

Aktif dan Responsif, Mustari Kembali Dipercaya Pimpin RT 54 Sepinggan Baru

Oktober 19, 2026
BPKB

Begini Cara Mudah Mengurus BPKB Hilang

Oktober 16, 2026
Safana

Safana di Universitas Mulia Hadirkan Dua Profesor Terkemuka 

Oktober 15, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.