• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
Home Esai

Kepemimpinan

Editor Smart RTku by Editor Smart RTku
September 27, 2026
in Esai
0
Esai

Ilustrasi, leadership. (GI)

315
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saat kekhalifahan telah berpindah tangan dari anak Abdul Malik kepada Umar bin Abdul Aziz. Umar berkata: Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Beliau naik mimbar, bertatap muka pertama dengan rakyat, lalu mengatakan:

”Duhai rakyat, sesungguhnya aku diuji dengan perkara kepemimpinan ini, tanpa dimintai pendapat, tak pernah ditanya, tak ada musyawarah dengan kaum Muslimin. Aku telah membatalkan baiat untukku, sekarang pilihlah seseorang untuk memimpin kalian.”

Serentak, rakyat menjawab, ”Wahai Amirul Mukminin, kami telah memilihmu, kami menerimamu, silahkan pimpin kami dengan kebaikan dan keberkahan.”

Mendengar itu, Umar merasa tidak bisa lagi menghindar dari tanggung jawab kepemimpinan. Beliau terpaksa bersedia mengambil tanggung jawab menjadi khalifah.

Umar menyampaikan kebijakannya di podium:

”Ketahuilah! Apa yang Allah halalkan adalah halal sampai hari kiamat. Aku bukanlah seorang hakim, aku hanyalah pelaksana. Tidak ada hak bagi siapapun untuk ditaati dalam kemaksiatan. Aku bukan orang yang terbaik di antara kalian, aku hanyalah laki-laki bagian dari kalian, hanya saja Allah Ta’ala memberiku beban yang lebih berat dibanding kalian.”

Umar menambahkan, kaum Muslimin, ”Siapa yang mendekat kepadaku, hendaknya dia mendekat dengan lima perkara, jika tidak, maka janganlah mendekat. Pertama, mengadukan hajat orang yang tak kuasa, mengadukannya. Kedua, membantuku dalam kebaikan sesuai kemampuannya. Ketiga, menunjukkan jalan kebaikan padaku sebagaimana aku dituntut meniti jalan itu. Keempat, tidak melakukan ghibah terhadap rakyat. Kelima, tidak menyangkalku dalam urusan yang bukan urusannya.”

BACA JUGA  Umar Faruqi Ketua RT 50 Regency, Membumikan Kepedulian Warga

Demikian kutipan kisah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz dalam buku ”Perjalanan Hidup Khalifah Yang Agung, Umar bin Abdul Aziz: Ulama dan Pemimpin yang Adil” karya Syeikh Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi.

Saat didaulat menjadi pemimpin, Umar bin Abdul Aziz selalu memberi perhatiannya yang besar memperbaiki tatanan masyarakat, menciptakan peradaban yang adil, memperingatkan pentingnya kehidupan akhirat. Beliau juga berhasil mengentaskan kemiskinan, menciptakan kesejahteraan, melunasi orang-orang yang memiliki hutang.

Menyelesaikan masalah-masalah di bidang moneter. Memakdzulkan gubernur yang dzalim. Memiliki ketegasan, kesabaran dan keadilan yang luar biasa. Hal utama, ketakutannya yang besar hanya terhadap Sang Maha. Sungguh, sulit menggambarkan sosok dan pola kepemimpinannya yang mulia.

Al Hafidz Adz-Dzahabi memberi ilustrasi kedudukan Umar bin Abdul Aziz dalam ilmu. Dikatakannya, Umar bin Abdul Aziz seorang imam, ahli fikih, ahli ijtihad. Menguasai Sunnah, memiliki kedudukan mulia, penghafal hadits yang ulung, taat pada Allah, memiliki hidup lurus. Dalam menegakkan keadilan disetarakan dengan kakeknya Umar bin Khaththab, kezuhudannya disetarakan dengan Imam Hasan al-Bashri, dan ilmunya serupa dengan Imam az-Zuhri. Subhanallah.

BACA JUGA  Gatotkaca

Islam memiliki kegemilangan peradaban, sejarah, keilmuan, sumbangsih bagi dunia, dan tokoh-tokoh luar biasa. Mungkin tak berlebihan bila hari-hari seperti ini kita perlu kembali membuka buku-buku lawas tentang kejayaan Islam, merenunginya, dan mencoba mengaplikasinnya dalam kehidupan sehari-hari.

Di kala kehancuran segala lini menghantui masyarakat Indonesia saat ini, kita sangat butuh suplemen energi dengan kembali mengetahui, mempelajari sifat, sikap, dan kehidupan orang-orang terdahulu. Perlu pula kita menyelami bagaimana sejarah kejayaan dan sebab-sebab kehancuran peradaban terdahulu.

Lihatlah bagaimana pemimpin Islam menyikapi diberikannya tanggung jawab dalam memimpin. Mereka akan menolak karena takut tak mampu mengemban amanah itu. Mereka takut keangkuhan dan kesewenangan bersarang dalam dadanya. Mereka takut ketika nanti memberi jawaban pada Sang Maha, usai nyawa lepas dari jasadnya.

Sebaliknya, lihat pula bagaimana kejayaan Firaun tumbang dengan mudahnya. Akibat kecongkakan dan kedzalimannya, Firaun yang memiliki kekuasaan begitu dahsyat, mati di tengah laut saat ingin mengejar Nabi Musa As dan pengikutnya.

Begitu pula kehancuran kejayaan Raja Namrud yang membakar Nabi Ibrahim AS. Ia mati hanya dengan seekor nyamuk. Ketika nyamuk memasuki lubang hidung Namrud yang bertubuh sangat besar, nyamuk itu bergerak sampai ke otaknya. Bertahun-tahun Namrud tersiksa siang malam sampai akhirnya meninggal.

BACA JUGA  Setelah QRIS, Lalu Apa? Peta Jalan Adaptasi Teknologi untuk UMKM Balikpapan

Teramat banyak sejarah yang mengisahkan kejayaan atau kehancuran masa lalu. Dari masa ke masa, sejarah itu terus berulang. Hanya berganti pemeran, waktu, dan tempat. Sekarang, masyarakat dijejali kenyataan kepahitan hidup akibat pelbagai kebijakan anomali.

Saya teringat pembicaraan dengan salah satu petinggi sebuah parpol. Tidak dipungkiri, parpol lebih fokus memikirkan urusan kalah menang dalam pemilu atau peraihan suara. Memikirkan urusan rakyat, entah urusan keberapa. Jadi, masih adakah parpol yang bisa dipercaya?

Saat ini mesin politik sudah mulai memanas mendekati Pemilu 2024. Publik juga telah dikenalkan para calon pemimpin, yang sebetulnya wajahnya itu-itu saja. Dan kita yakin, calon kandidat mengetahui sejarah kedigdayaan dan kehancuran peradaban masa lalu.

Pertanyaannya: masih adakah calon pemimpin yang memiliki keinginan meneladani kepemimpinan seperti pemimpin era kejayaan Islam dan menghindari pola dan cara kepemimpinan yang membawa pada kehancuran? Masih adakah yang merealisasikan tampuk kepemimpinan sebagai amanah? Semoga.

Rudi Agung

Tags: KepemimpinanLeadershipSmart RT
Previous Post

M Force 2026 Universitas Mulia, Ajang Lomba Istimewa

Next Post

Ketua RT 43 Sepinggan Baru, Lutfi Andika Bawa Semangat Tertib Administrasi 

Editor Smart RTku

Editor Smart RTku

Next Post
Ketua RT

Ketua RT 43 Sepinggan Baru, Lutfi Andika Bawa Semangat Tertib Administrasi 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Universitas Mulia

Tingkatkan SDM Ketua RT, Universitas Mulia Buka Kelas Eksekutif Berbiaya Murah

Juli 22, 2026
Cerita Kampus

Bank Sampah Jadi Program Unggulan KKN Universitas Mulia di RT 52 Muara Rapak

Agustus 26, 2026
Berita RT di Balikpapan

Wakili Telagasari Lomba CGH: RT 04 Hadirkan Program Ketahanan Pangan

Oktober 14, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

Agustus 11, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Universitas Mulia

Ikuti Turnamen Pickleball Antar RT, Pendaftaran sampai 5 Desember

Oktober 20, 2026
Berita RT

Aktif dan Responsif, Mustari Kembali Dipercaya Pimpin RT 54 Sepinggan Baru

Oktober 19, 2026
BPKB

Begini Cara Mudah Mengurus BPKB Hilang

Oktober 16, 2026
Safana

Safana di Universitas Mulia Hadirkan Dua Profesor Terkemuka 

Oktober 15, 2026

Recent News

Universitas Mulia

Ikuti Turnamen Pickleball Antar RT, Pendaftaran sampai 5 Desember

Oktober 20, 2026
Berita RT

Aktif dan Responsif, Mustari Kembali Dipercaya Pimpin RT 54 Sepinggan Baru

Oktober 19, 2026
BPKB

Begini Cara Mudah Mengurus BPKB Hilang

Oktober 16, 2026
Safana

Safana di Universitas Mulia Hadirkan Dua Profesor Terkemuka 

Oktober 15, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.