SMART RT – Kesibukan masyarakat kota sering membawa kita pada rutinitas yang melelahkan.
Selepas bekerja, kebanyakan memilih untuk beristirahat di rumah. Akibatnya, aktivitas untuk bersosial antar tetangga kian menurun.
Kecuali hanya momen tertentu, seperti Idul Fitri, Idul Adha dan peringatan 17 Agustusan.
Saat ini jebakan kehidupan individualistik terasa kian melebar. Antar tetangga semakin jarang berkumpul seperti zaman-zaman era 80-90 an.
Untuk menggelorakan semangat kebersamaan dan mempererat silaturahmi antar tetangga, warga di sejumlah RT kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan punya cara unik.
Mereka memanfaatkan momentum hari bersejarah, yang jarang diperingati di lingkungan RT kebanyakan.
Lewat Peringatan Bulan Bung Karno, warga di lingkungan Perumahan HER II, Kelurahan Sepinggan berkumpul.
Para warga yang terdiri dari lima rukun tetangga memanfaatkan momentum tersebut melalui turnamen tenis meja.
Agenda itu diikuti warga dari RT 47, RT 48, RT 58, RT 66, dan RT 68, Kelurahan Sepinggan.
Lomba berlangsung pada Jumat 19 Juni 2026 malam sampai putaran babak final pada Sabtu 20 Juni 2026 lalu.
Turnamen ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang setiap tahun diperingati di bulan Juni.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono mengatakan, bulan Juni memiliki makna khusus lantaran memuat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah bangsa.
Mulai Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga 21 Juni yang diperingati sebagai hari wafat Presiden pertama Republik Indonesia, itu.
Budiono menyampaikan nilai-nilai Pancasila yang digali Soekarno dari berbagai realitas masyarakat Indonesia perlu diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai Juni menjadi bulan yang spesial karena ada beberapa momentum penting yang berkaitan dengan Bung Karno.
“Semangat itulah yang ingin terus kita jaga bersama,” ujar Budiono lewat keterangan resminya, dinukil pada Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Budiono, peringatan Bulan Bung Karno tak melulu diwujudkan melalui agenda formal.
Justru, katanya, agenda informal berupa kegiatan yang melibatkan masyarakat langsung dinilai lebih mampu menghadirkan semangat kebersamaan di lingkungan warga.
Karena itu, ujar Budiono, olahraga dipilih sebagai sarana yang dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai RT dalam suasana lebih rileks.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen menjadi silaturahmi bagi warga yang selama ini disibukkan aktivitas masing-masing.
Ia mengatakan, perkembangan kawasan perkotaan sering kali membuat interaksi antarwarga semakin berkurang.
Padahal, hubungan sosial yang baik menjadi salah satu modal penting menjaga kehidupan bermasyarakat.
Kata Budiono, lewat turnamen seperti ini, warga bisa berkumpul kembali.
“Bukan soal pertandingan, tetapi bagaimana kebersamaan itu tetap terjaga,” pesannya.
Turnamen tenis meja itu diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda menyalurkan minat olahraga dan menumbuhkan sikap sportivitas.
Bagi warga Perumahan HER II, kegiatan itu bukan sekadar siapa yang menjadi juara.
Melainkan sarana memperkuat hubungan antarwarga dan menjaga tradisi kebersamaan di lingkungan mereka.
M. Taufik I Sumber: Disway














