SMART RT – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengundang Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, dalam agenda penanaman pohon bersama, yang digelar pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Penanaman ribuan pohon dilakukan Ruang Terbuka Hijau Kolam Retensi DAS Sanggai, Nusantara.
Agenda yang digelar Otorita IKN mengangkat tajuk: Merdeka Bersama Alam.
Agenda ini berpeluang memecahkan Rekor MURI kategori Penanaman Bibit Pohon Terbanyak di Taman Kota.
Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti, yang ikut menanam bibit pohon didampingi Dr. Sudarmo. Undangan Otorita IKN menempatkan Rektor UM di antara pimpinan perguruan tinggi dan organisasi alumni yang dilibatkan dalam giat terkait.
Bagi Dr. Agung Sakti, penanaman 1.708 pohon di RTH Kolam Retensi DAS Sanggai Nusantara menunjukan pembangunan IKN selain membangun fisik, juga membuka ruang keterlibatan berbagai unsur, termasuk perguruan tinggi.
Menurut Dr. Agung bagi Universitas Mulia agenda ini bukan sekadar agenda lingkungan memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, melainkan penanda pembangunan kota masa depan .
“Bagi Universitas Mulia, kehadiran penanaman pohon di IKN pada momentum HUT ke-81 RI bukan sekadar partisipasi seremonial, tapi bagian komitmen perguruan tinggi ikut mengambil peran pembangunan IKN yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Dr. Agung konsep Forest City menegaskan kemajuan kota harus berjalan seimbang dengan kelestarian lingkungan.
Otorita IKN menempatkan konsep Forest City sebagai bagian penting dalam arah pembangunan Nusantara.
Penanaman pohon secara rutin sebagai upaya meningkatkan tutupan vegetasi, memulihkan fungsi ekologis kawasan, sekaligus membangun identitas IKN sebagai kota hutan yang lestari.
Karena itu, angka 1.708 bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam.
Jenis tanaman yang disiapkan mencakup sejumlah kayu lokal/endemik Kalimantan dan tanaman serbaguna, antara lain ulin, bangkirai, meranti, gaharu, beringin, nyatoh, keruing, pulai, salam, laban, dan balangeran.
Bagi perguruan tinggi, keterlibatan seperti ini juga menyentuh wilayah yang lebih luas: bagaimana pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang dihasilkan kampus dapat mengambil tempat dalam proses pembangunan kota baru Indonesia.
Dr. Agung menegaskan, UM ingin menempatkan diri sebagai institusi pendidikan yang berada di sekitar kawasan IKN, sekaligus sebagai mitra yang ikut memberi kontribusi bagi pembangunan Kalimantan Timur.
“Menanam pohon simbol sederhana, tetapi memiliki makna strategis. Pohon yang kita tanam hari ini investasi ekologis untuk masa depan, sekaligus menjadi bagian upaya membangun lingkungan IKN yang hijau, sehat, dan berkelanjutan,” papar Dr. Agung.
Ia bilang, Universitas Mulia ingin hadir sebagai institusi pendidikan dan mitra yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan IKN dan Kalimantan Timur.
Pesan dalam penanaman pohon tersebut juga diarahkan kepada generasi muda.
Menurut Dr. Agung, pembangunan tidak boleh dipahami sebatas pembangunan gedung, infrastruktur, atau penguasaan teknologi.
“Ada tanggung jawab lain yang tidak kalah penting: memastikan kemajuan tersebut tetap menyisakan ruang hidup yang layak bagi generasi berikutnya,” jelasnya.
Ia mengingatkan generasi muda harus memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan kecil, termasuk menanam dan merawat satu pohon, merupakan bagian dari tanggung jawab besar terhadap masa depan.
Dalam giat itu, peserta diarahkan untuk mendokumentasikan pohon yang ditanam melalui sistem Jejak Penanaman.
Partisipasi peserta ditampilkan secara langsung melalui videotron dan menjadi bagian dari pencatatan upaya pemecahan rekor MURI.
Bagi UM, pengalaman tersebut menjadi bagian dari cara melihat pembangunan IKN dari jarak yang lebih dekat.
Bukan hanya sebagai proyek pemindahan pusat pemerintahan, tetapi sebagai ruang yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor—termasuk perguruan tinggi—agar pertumbuhan kawasan tidak kehilangan pijakan ekologisnya.
Dr. Agung berharap jejak yang ditanam dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai dokumentasi satu hari.
“Semoga jejak hijau yang ditanam ini menjadi simbol bahwa Universitas Mulia bersama generasi muda siap menjadi bagian pembangunan IKN yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Sebuah kota masa depan yang maju secara teknologi dan harmonis dengan alam,” harapnya.
Selain Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti turut hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur Kaltim 2018-2023 Hadi Mulyadi, Wali Kota Balikpapan 2011–2021 Rizal Effendi, Dr. Sudarmo, Didik dari KAGAMA Kaltim; dan Tatang Setiawan yang mewakili alumni Universitas Brawijaya.
M. Taufik
Editor: Agung














