SMART RT – Rektor Universitas Mulia (UM) Balikpapan, Dr. Agung Sakti, melihat sejumlah potensi dari Kelurahan Damai yang bisa dikembangkan di masa mendatang.
Selain Pasar Damai, ada pula pantai dekat Hotel Dusit dan tanah kosong di RT 23 yang cukup luas.
Pernyataan itu diutarakan Rektor Agung, dalam penarikan mahasiswa KKN ke-7 di Kelurahan Damai.
Penarikan mahasiswa KKN UM dihelat di kantor Kelurahan Damai, Rabu 26 Agustus 2026.
Agenda itu dihadiri Lurah Damai Sukanti Suharjo SE didampingi Sekretaris Lurah Angkene Siti Rachma dan Wakil Ketua LPM yang juga Ketua RT 23 Zarwandi.
Dr. Agung menginformasikan mahasiswa yang telah melakukan kegiatan KKN selama hampir satu bulan ini, telah melakukan pendataan dan pemetaan Pasar Damai.
Terungkap bahwa Pasar Damai sebenarnya pernah diwacanakan menjadi pasar modern, tapi belum ada kelanjutannya.
Sedang kelompok II telah melakukan KKN di antaranya pembuatan aplikasi yang bisa menyajikan data inventaris kelurahan dalam genggaman atau HP.
Agung juga menyampai ucapan terimakasihnya kepada Lurah dan jajaran beserta masyarakat, yang telah menerima mahasiswa UM dengan tangan terbuka dalam melakukan kerja lapangannya.

Selama masa KKN itu, mahasiswa belajar kehidupan yang sebenarnya di masyarakat dan bukan sekedar teori.
“Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Lurah beserta jajaran dan masyarakat,” ucapnya.
Selanjutnya Agung juga menyampaikan, setelah selesai KKN ini, masih ada beberapa kegiatan lain seperti pembuatan laporan akhir dan video yang dilombakan dan jurnal bagi Dosen Pendamping Lapangan.
Tahun ini memang KKN nya berbeda dari KKN sebelumya, karena saat ini hanya mendata potensi dan masalah tiap kelurahan.
Yang nantinya akan dirumuskan solusinya pada KKN berikutnya.
Dalam agenda itu, Lurah Sukanti mengatakan harapannya bahwa hasil KKN kali ini membawa sesuatu bagi kelurahan.
Ternyata mahasiswa KKN UM di Damai ini telah menyerahkan aplikasi AI Agent untuk mempermudah bagi Lurah.
Khususnya untuk mengetahui aset kelurahan karena sudah tersimpan dalam aplikasi telepon genggam.
“Ini sangat membantuk Pak Lurah ketika rapat, tiba-tiba diperlukan informasi mengenai aset kelurahan, maka Pak Lurah tinggal menggunakan aplinasi ini,” jelas perwakilan mahasiswa KKN Irfan.
Sedang aplikasi AI Agent untuk mengetahui inventarisasi asset kelurahan dibuat Helly Anggara.
Selain itu, Dr. Agung menyerahkan buku berjudul Kelangkaan Air Bersih di Kota Balikpapan hasil Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Balikpapan Water Forum Universitas Mulia, kepada Lurah Sukanti.
Bung Rico Alfransisco













