SMART RT – Banyak cara dilakukan warga untuk memperkokoh kerukunan.
Lewat pengajian, paguyuban, arisan, dan lainnya. Nah, ada yang menarik dari kebiasaan masyarakat Sepinggan Pratama.
Mereka rutin mengadakan Kegiatan JSP, yakni Jalan Subuh bersama.
Setiap pekan, warga dari empat RT yaitu RT 44, RT 46, RT 47, dan RT 64 berjalan bersama.
Jalan pagi bersama itu dimulai sekitar pukul 06.30 Wita setelah melaksanakan salat Subuh dan bersiap dari rumah.
Mereka berkeliling kompleks, terkadang mengambil jalur ke luar kawasan.
Selain berolahraga, kegiatan itu menjadi kesempatan bagi warga untuk berbincang dan bersosialisasi.
Adapun, tujuan kegiatan itu membuat hubungan antarwarga dari empat RT semakin dekat.
Di kawasan tersebut, warga juga memanfaatkan sejumlah fasilitas umum untuk kegiatan bersama.
Ketua RT 46 Sepinggan Pratama, Muhammad Alfandri menjelaskan, di wilayahnya ada tempat berkumpul.
Termasuk fasilitas posyandu, meja pingpong, serta ring basket bagi anak-anak muda.
Salah satu fasilitas yang digunakan warga berada di FD46, Blok E.
Tempat itu dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan lingkungan dan aktivitas warga.
Selain olahraga dan pertemuan warga, mereka juga mulai mengembangkan sejumlah program berbasis lingkungan.
Di antaranya ekowisata, Bank Sampah Induk, dan urban farming.
Program itu dijalankan melalui kolaborasi empat RT dengan menggabungkan potensi serta sumber daya yang dimiliki warga.
Untuk mendukung kegiatan ini telah dibentuk Yayasan Harmoni Pratama Lestari.
Adapun kegiatan urban farming dikembangkan melalui Pratama Ekologi.
Dalam pelaksanaannya, warga mulai mengelola kegiatan pertanian perkotaan dan melakukan panen perdana sawi yang kemudian dibagikan kepada warga.
Alfandri berharap program tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan apabila diberi ruang dan dikelola bersama.
Keterlibatan warga, kata Alfandri, penting agar masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Alfandri, hubungan antarwarga menjadi salah satu hal yang paling penting untuk dijaga.
Menurutnya, suasana kekeluargaan dan kerukunan membuat warga merasa nyaman tinggal di lingkungan tersebut.
“Yang paling penting itu keharmonisan, kerukunan dalam bertetangga. Alhamdulillah di sini kita rukun, terbentuk atmosfer kekeluargaan dan saling pengertian,” urainya.
Alfandri menjelaskan, kawasan tersebut pada awalnya hanya terdiri dari satu RT, yakni RT 44.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk, wilayah itu berkembang menjadi beberapa RT, yaitu RT 44, RT 46, dan RT 47.
Setelah itu, RT 44 kembali dimekarkan menjadi RT 44 dan RT 64. Dengan demikian, kawasan tersebut kini terdiri dari empat RT.
Perkembangan wilayah itu kemudian mendorong para pengurus RT membentuk Forum RT.
Forum tersebut menjadi ruang bagi keempat RT untuk bekerja sama dan menyatukan potensi warga.
Bagi Alfandri, tujuan kerja sama tersebut bukan hanya menyelesaikan urusan lingkungan, tetapi juga membangun komunitas yang nyaman dan memiliki hubungan sosial yang kuat.
Salah satu kegiatan rutin yang dijalankan adalah kumpul warga setiap tiga atau empat bulan sekali.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarwarga, memperkenalkan warga baru, sekaligus berbagi pengetahuan.
Dalam kegiatan itu, warga yang memiliki keahlian tertentu dapat mengisi sesi berbagi.
Alfandri mencontohkan, pernah ada warga berprofesi sebagai dokter yang memberikan penjelasan mengenai kesehatan jantung.
Selain pertemuan rutin, komunikasi warga juga dijaga melalui grup percakapan.
Di RT 46, grup warga dibagi menjadi grup bapak-bapak dan ibu-ibu.
Grup ibu-ibu dikelola oleh istrinya yang juga berperan sebagai bu RT, sedangkan Alfandri menangani grup bapak-bapak.
Pembagian tersebut dilakukan agar komunikasi lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok dan tetap rukun.
M. Taufik
Editor: Agung













