SMART RT – Perbaikan jalan yang selama puluhan tahun menjadi keluhan warga menjadi salah satu bagian dari perjalanan pengabdian Muhammad Zarwandi di RT 23, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar dan pekerja swasta itu telah menetap di wilayah tersebut sejak 1981.
Pada Februari 2017, ia mulai mengemban amanah sebagai Ketua RT setelah mendapat dorongan dari masyarakat.
Keinginannya mengabdi kepada warga turut menjadi alasan menerima tanggung jawab tersebut.
Selama memimpin, Zarwandi mengarahkan perhatian pada pembenahan fasilitas yang telah ada.
Perbaikan dilakukan terhadap fasilitas umum, termasuk toilet dan tempat wudu musala.
Jalan lingkungan yang dikeluhkan warga selama lebih dari 20 tahun juga masuk dalam upaya pembenahan.
Menurutnya, perbaikan fasilitas menjadi salah satu perubahan yang dilakukan.
Terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lingkungan RT 23.
“Perubahan yang ada hanyalah memperbaiki dan menambah fasilitas yang sudah ada,” ujar Zarwandi.
Ia mencontohkan, “Seperti fasum toilet atau tempat wudhu mushola hingga perbaikan jalan warga yang keluhannya lebih dari 20 tahun tidak tersentuh.”
Banjir dan sistem keamanan lingkungan menjadi dua persoalan yang menjadi perhatian dalam kepemimpinan Zarwandi.
Dalam menghadapi persoalan itu, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat.
Ia menggerakkan masyarakat, para warga diajak untuk tidak hanya saling menyalahkan, tetapi juga memahami penyebab persoalan serta melihat peran masing-masing dalam menjaga lingkungan.
Edukasi menjadi pendekatan yang digunakannya untuk mendorong perubahan cara pandang warga terhadap masalah yang muncul di sekitar tempat tinggal.
“Dengan mengedukasi warga agar tidak hanya saling menyalahkan, namun lebih kepada sadar diri dan mengubah sudut pandang atau pola pikir akan penyebabnya,” ujarnya.
Bagi Zarwandi, keterlibatan warga menuntaskan kebutuhan lingkungan menjadi pengalaman yang memberi kesan tersendiri.
Ia menceritakan, ada warga yang sebelumnya berharap persoalan lingkungan dapat diselesaikan melalui bantuan pemerintah.
Namun, ketika diarahkan untuk melakukan swadaya, hasil yang diperoleh justru menghadirkan rasa puas dan bangga.
Pengalaman itu memperlihatkan bagaimana partisipasi masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan bersama.
“Dan begitu kami arahkan untuk swadaya, hasilnya jauh lebih puas dan membanggakan,” tuturnya.
Swadaya menjadi salah satu cara yang didorong Zarwandi untuk mengajak warganya mengambil bagian dalam pembangunan lingkungan.
“Tanpa harus bergantung pada intervensi pemerintah,” tegasnya.
Memasuki masa kepemimpinan berikutnya, Zarwandi berharap dapat memberikan pengabdian yang lebih berarti bagi masyarakat RT 23 Damai.
Ia ingin pengalaman dan upaya yang telah dilakukan selama menjabat dapat menjadi pijakan untuk terus melakukan pembenahan lingkungan dan memperkuat keterlibatan warga.
“Harapannya semoga dalam empat tahun ke depan masa kepemimpinan saya, dapat jauh lebih berarti lagi dari sebelumnya,” harapnya.
Salsa/ M. Taufik
Editor: Agung













