SMART RT — Suasana Taman Hutan Kota Telagasari akan terasa berbeda pada 6 September 2026 mendatang.
Di tengah rimbunnya pepohonan dan suasana alam yang masih asri, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Telagasari, akan menggelar Lomba Lintas Alam atau LLA.
LlA bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua LPM Kelurahan Telagasari, Gandung Kiswanto mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata digelar sebagai sebuah perlombaan.
Lebih dari itu, lomba lintas alam diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan membangun kebersamaan.
Sekaligus memperkenalkan keberadaan Taman Hutan Kota Telagasari kepada masyarakat luas di Kota Balikpapan.
Menurut Gandung, kawasan Taman Hutan Kota yang masih memiliki suasana alami menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.
Panitia ingin menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau di tengah kota tidak hanya dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi.
Melainkan juga mampu menjadi lokasi kegiatan masyarakat yang mempererat hubungan antarsesama warga.
“Di dalam Hutan Taman Kota nanti ada stand UMKM Mas, pakai rombong dari masyarakat sekitar,” ungkap Gandung, Kamis malam.
Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tersebut diharapkan turut menghidupkan suasana kegiatan, serta memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Perjalanan peserta dalam lomba lintas alam nantinya tidak sekadar menyusuri kawasan hutan.
Panitia telah menyiapkan sejumlah pos dengan tantangan berbeda yang harus dilewati setiap tim.
Pos pertama menjadi titik kumpul yang berada di wilayah Kelurahan Telagasari, sebelum peserta memulai perjalanan menuju rute berikutnya.
Memasuki pos kedua yang berada di lapangan parkir RT 24 Hutan Kota, peserta akan diuji melalui penampilan yel-yel serta sejumlah pertanyaan pengetahuan.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari penilaian yang menggabungkan unsur kekompakan, kreativitas, dan wawasan peserta mengenai lingkungan sekitar.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju pos ketiga yang berada di gazebo kecil dekat kamar mandi RT 24.
Di lokasi ini, peserta akan menghadapi ujian titian atau keseimbangan dengan membawa bakul berisi bola pingpong.
Tantangan tersebut menuntut ketelitian sekaligus kerja sama antaranggota tim agar mampu menyelesaikan permainan dengan baik.
“Pos 4 ada di lapangan bawah dekat gazebo utama yang nanti ada ujian tangkap bebek atau mentok dengan ditutup matanya.”
Gandung melanjutkan, “Di pos 5 lokasinya sama seperti pos 4, ujiannya permainan isi air,” ungkap Gandung.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat dari jumlah peserta yang telah mendaftar.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 22 tim mengikuti Lomba Lintas Alam.
Setiap tim terdiri atas enam hingga delapan orang yang berasal dari masyarakat Kelurahan Telagasari.
Sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pertemuan warga dalam suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan.
Gandung menjelaskan, penilaian perlombaan nantinya tidak hanya berfokus pada kecepatan menyelesaikan rute.
Kostum seragam tim, kekompakan, yel-yel, serta pengetahuan yang berkaitan Taman Hutan Kota akan menjadi sejumlah aspek yang diperhitungkan oleh panitia.
Dengan demikian, setiap tim memiliki kesempatan untuk menunjukkan karakter dan kreativitas mereka sepanjang perlombaan.
Untuk pelaksanaan lomba lintas alam didukung melalui pendanaan yang berasal dari swadaya masing-masing RT, bantuan sejumlah instansi perusahaan, serta dukungan dari instansi pemerintahan.
Dengan dukungan tersebut, LPM Kelurahan Telagasari berharap kegiatan pada 6 September tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan.
Tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi warga dan memperkenalkan Hutan Taman Kota Telagasari sebagai salah satu ruang hijau yang patut dijaga dan dimanfaatkan bersama.
M. Taufik
Editor: Agung













