• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga
Home Cerita Kampus

Membangun Jejaring Internasional 

Smartrtku by Smartrtku
Juni 12, 2026
in Cerita Kampus
0
Dr. Rosa

Pakar hukum Airlangga, Dr. Rosa Ristawati. (Airlangga)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SMART RTKU – Perubahan teknologi, globalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan yang kian cepat, memantik fakultas hukum lebih inovatif.

Sivitas akademika, kini, tak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami peraturan perundang-undangan. 

Perguruan tinggi harus mampu menciptakan lingkungan akademik yang membentuk kemampuan berpikir kritis.

Serta berjejaring, dan beradaptasi dengan perubahan global.

Banyak perguruan tinggi berbicara tentang internasionalisasi. Namun sayang, tidak sedikit yang berhenti di tataran teori. 

Atau sekadar penandatanganan kerja sama, memasang logo mitra luar negeri di laman website, atau penyematan istilah “kelas internasional”. 

Tetapi tanpa melakukan perubahan berarti dalam meracik pengalaman belajar mahasiswa. Hal ini bisa sia-sia belaka. 

Wejangan itulah yang diungkapkan pakar hukum Airlangga, Dr. Rosa Ristawati. 

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Koordinator International Undergraduate Program (IUP) memberi wejangan itu kala menjadi pemateri. 

Dr. Rosa Ristawati, berkenan menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Fakultas Hukum Universitas Mulia, pada Kamis 4 Juni 2026. 

Dr. Rosa menekankan jalan menuju daya saing internasional tidak selalu dimulai dari program yang besar.

“Melainkan dari keberanian membuka diri, membangun hubungan, dan mengubah cara belajar untuk menjawab tantangan zaman,” tutur Dr. Rosa. 

Ia menekankan, internasionalisasi pendidikan hukum harus dibangun melalui aktivitas yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam paparannya bertajuk: Pendidikan Hukum Indonesia dan Networking Internasional, Rosa menjelaskan salah satu fondasi utama internasionalisasi yakni kemampuan membangun jejaring akademik.

Ia mengingatkan networking tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi. 

Dosen dan mahasiswa juga memiliki peran yang sama pentingnya.

“Siapa yang bisa melakukan networking? Dosen sebagai individu, institusi atau fakultas, dan mahasiswa sebagai individu,” paparnya.

Jejaring internasional, ujar Dr. Rosa, dapat dibangun melalui berbagai jalur.

Muai konferensi, seminar, kompetisi internasional, kunjungan akademik, benchmarking.

Bahkan bisa pula dibangun lewat komunikasi digital melalui email dan platform konferensi daring.

“Yang lebih penting, networking tidak boleh berhenti pada tahap perkenalan,” jelasnya. 

Jejaring harus ditindaklanjuti menjadi kolaborasi nyata dalam bentuk kuliah tamu, penelitian bersama, publikasi ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat.

Dalam konteks pendidikan hukum, Rosa menyoroti perlunya perubahan pendekatan pembelajaran. 

Menurutnya, mahasiswa hukum masa kini membutuhkan pengalaman belajar yang lebih mandiri dan interaktif.

Ia mendorong penerapan metode problem-based learning, project-based learning dan case-based learning.

Metode ini memungkinkan mahasiswa belajar lewat penyelesaian persoalan nyata.

“Pembelajaran harus didukung modul dan manual sistematis, bukan hanya dokumen administratif seperti RPS,” jelasnya.

Rosa juga mengajak perguruan tinggi untuk memikirkan kembali desain kelas internasional. 

Bagi Dr. Rosa, internasionalisasi bukan hanya persoalan bahasa pengantar.

Melainkan juga bagaimana mahasiswa mendapat pengalaman global melalui pertukaran pelajar, kompetisi internasional.

Atau melalui magang, dosen tamu dari luar negeri, serta berbagai program akademik lintas negara.

Ia mengingatkan sejumlah tantangan yang kerap dihadapi program internasional.

Mulai persepsi soal kelas internasional sama dengan kelas reguler, keterbatasan atmosfer akademik global, hingga minimnya keterlibatan mahasiswa di agenda internasionalisasi.

Sebagai contoh praktik baik, ia menyampaikan pengalaman Project LEAP-OKP, program peningkatan kapasitas pendidikan hukum.

Program ini didukung Pemerintah Belanda melalui kolaborasi Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan Maastricht University.

Program itu tak hanya fokus pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran.

Tapi juga memperluas networking internasional, memperkuat kolaborasi publikasi.

Termasuk meningkatkan akses jurnal internasional, hingga membuka peluang pengembangan joint degree dan double degree.

Menurut Rosa, pengalaman itu menunjukkan bahwa transformasi pendidikan hukum membutuhkan kolaborasi lintas negara, lintas institusi, dan lintas disiplin.

Sumber: UM I Pewarta: Taufik

Tags: Dr. RosaJejaring internasionalKampus PutihUniversitas Mulia
Previous Post

Warga Margomulyo Produksi Madu

Next Post

Dikira

Smartrtku

Smartrtku

Next Post
Dikira

Dikira

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mengenal Kampus Putih

Mengenal Kampus Putih

April 24, 2026
Dikira

Dikira

Juni 12, 2026
Warga Margomulyo Produksi Madu

Warga Margomulyo Produksi Madu

Juni 12, 2026
Bertekad Jadi Profesional Entrepreneur

Bertekad Jadi Profesional Entrepreneur

Juni 12, 2026

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0
Pelantikan RT di Balikpapan

Berapa Total RT di Balikpapan?

Juni 13, 2026

Kuota Gratispol Bertambah

Juni 12, 2026
Dikira

Dikira

Juni 12, 2026
Dr. Rosa

Membangun Jejaring Internasional 

Juni 12, 2026

Recent News

Pelantikan RT di Balikpapan

Berapa Total RT di Balikpapan?

Juni 13, 2026

Kuota Gratispol Bertambah

Juni 12, 2026
Dikira

Dikira

Juni 12, 2026
Dr. Rosa

Membangun Jejaring Internasional 

Juni 12, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • Gratispol
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.