SMART RT – Di hadapan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman, warga BDS1 RT31, RT32 dan RT33 Balikpapan Selatan, memuntahkan keluhan mereka.
Beragam masalah sosial dan kebijakan publik masih menghantui tiga RT di kawasan itu. Dari soalan banjir, air yang jarang mengalir, sampai soal listrik yang byarpet.
Ketua RT 31 BDS1 Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, Dwiwarsono, mengisahkan keluhan warganya.
Ia bilang, wilayahnya masih kerap diterpa banjir. Resapan air di daerahnya dinilai masih minim.
Apalagi, ada rencana fasum yang akan dijadikan ruko. Kalau hal itu dieksekusi, banjir bakalan lebih besar.
Pihaknya sempat nyaris demo lantaran menolak pembangunan ruko karena khawatir resapan air makin berkurang.
“RT31 tempatnya banjir. Kami hampir demo fasum yang ingin dijadikan ruko. Jangan jadikan ruko karena bisa makin banjir,” tegasnya.
Pihaknya berharap DPRD sebagai perwakilan rakyat bisa mengabulkan permintaan warga setempat.
“Tolong buatkan bendali yang benar-benar bendali,” ujarnya.
Selain banjir, masalah lainnya soal parit yang kian menyempit. Selama ini wilayah RT31 kerap mendapat limpasan air dari kawasan BDS2.
“Tolong parit diperhatikan, selama 1 Oktober 2025 dilantik jadi ketua RT 31 masalahnya di banjir dan parit buntu,” papar Dwi.
Ketua RT32 Muslimin Amin, menambahkan, warganya berharap ada semenisasi dan pengaspalan di jalan utama.
Permintaan itu sudah berkali-kali diajukan tapi belum direalisasikan.
Di perumahan BDS1 ini, kata Muslimin, masih ada kesulitan tertentu yang dikeluhkan warganya, paling tidak ada 10 hal.
“Termasuk soal lompleks yang belum diserahkan sepenuhnya oleh pengembang,” jelasnya.
Menjawab keluhan warga, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman, memastikan fasum tersebut tidak akan bisa dibuat ruko.
“Kalau ada fasum yang dijual, itu bisa pidana,” tegasnya.
Ia pun meminta warga agar terus mengingatkan DPRD soal keluhan-keluhan tersebut. Kalau perlu buat permintaan RDP atau rapat dengar pendapat dengan developer.
Terkait permintaan pembangunan bozem atau bendali, Yono menyampaikan agar warga membuat proposal ke DPRD.
“Ketua RT harus rajin-rajin buat proposal. Ingatkan kami,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan, “Dibuatkan proposal terkait bozem atau bendali karena takut luput dari pengawasan kami,” imbuhnya.
Yono juga berharap agar pengembang atau developer bisa segera menyerahkan fasum tersebut ke pemerintah.
“Kalau sudah diserahkan ke Pemkot, lebih mudah. Bantu kami untuk mengingatkan,” katanya.
Yono juga mengingatkan, kalau fasum atau aset BDS1 sudah diserahkan, anggaran pemerintah bisa digelontorkan ke masyarakat.
“Dengan mengajukan proposal,” katanya.
Kata Yono, memperjuangkan aspirasi harus butuh suara. “Kami juga butuh dukungan LSM, ketua RT, mahasiswa untuk bersuara atas keluhan warga “
Ia mengungkap di Balikpapan, sebanyak 90 persennya perumahannya bermasalah.
“Itu di Balikpapan keseluruhan bukan hanya di Balikpapan Selatan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan beberapa masalah perumahan seperti developer yang enggan memasang PDAM, PLN, lalu pergi.
“Karena itu BDS1 perlu segera melakukan penyerahan ke Pemkot agar bantuan pemerintah bisa lebih mudah,” jelasnya.
Dalam agenda Dialog Warga tersebut, sejumlah warga mengeluhkan apa yang terjadi di perumahan BDS1, pada Rabu 29 Juli 2026 malam.
Mulai air yang menyala hanya saat dini hari, listrik yang masih suka byarpet, banjir, sampai soal pengaspalan jalan.
Kenapa Camat dan Lurah Tak Hadir?
Agenda itu turut menghadirkan delegasi PLN dan PDAM.
Yakni Manager Unit PLN Balikpapan Selatan Langgeng Asmara dan Supervisor Customer Service PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo.
Namun tidak tampak Lurah Damai Bahagia dan Camat Balikpapan Selatan.
Sampai-sampai Yono Suherman, berkelakar,
“Nanti kita omelin Camat dan Lurah. Semua kita undang untuk tahu aspirasi masyarakat, tapi malah tidak datang,” ujarnya, disambut tawa warga.
Yono Suherman menyampaikan dukungannya untuk masyarakat BDS 1, umumnya warga Balikpapan.
Karena itu ia mengaku dalam kesempatan Dialog Warga itu ingin mengetahui keluh kesah, masalah, tatanan kehidupan yang ada di masyarakat.
“Saya mau tahu secara general, semuanya. Tidak hanya infrastruktur. Bila perlu tentang BPJS. Saya ingin tahu apa yang terjadi sesungguhnya keluhan di sini,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Yono, ia memiliki beberapa catatan tentang banyaknya permasalahan yang dikeluhkan warga BDS1.
“Dialog ini membuka permasalahan sesungguhnya yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta peran aktif masyarakat terkait masalah yang terjadi di BDS1. Termasuk soal tanah, BPJS dan lainnya.
“Tugas saya, mencatat, mendengarkan dan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.
M. Taufik
Editor: Agung














