SMART RT – Ada hal menarik saat Smartrtku, berbincang dengan Kaprodi Manajemen Universitas Mulia Balikpapan, Dr. Pudjiati, pada Selasa, 21 Juli 2026 malam.
Ia berbagi banyak hal ihwal rencana besar Universitas Mulia, khususnya jurusan Manajemen.
Kampus Putih menargetkan agar seluruh program studi bisa mendapat akreditasi Unggul. Target itu dipatok paling tidak bisa diraih pada tahun 2030 mendatang.
Tak terkecuali untuk jurusan Manajemen.
Pudjiati, doktor yang kerap tampil dengan busana anggun itu, punya mimpi besar untuk membawa Universitas Mulia menjadi lebih baik.
Ia melihat saat ini Kampus Putih terus melakukan terobosan demi terobosan untuk mengembangkan kualitasnya.
Dari pengembangan sistem teknologi dan digitalisasi, sampai inovasi sosial dengan membuka Kelas Eksekutif.
Kelas ini dikhususkan bagi Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas, ibu PKK, dan karyawan.
Doktor jebolan Universitas Mulawarman Samarinda ini menilai inovasi yang ditempuh Universitas Mulia Balikpapan sebagai strategi ciamik sebagai cara baru untuk mengabdi di masyarakat.
“Bayangkan kalau semua ketua RT di Kota Balikpapan bergelar Sarjana. Tentu saja ini akan meningkatkan kualitas kepemimpinan mereka di lingkungannya masing-masing,” jelasnya.
Hal itu juga bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Balikpapan.
Karena itu, ia begitu semangat terhadap inovasi Universitas Mulia yang membuka Kelas Eksekutif, khusunya untuk Ketua RT.
Apalagi, kelas yang dibuka awal adalah jurusan Manajemen dan Hukum.
“Manajemen ini digunakan untuk semua profesi, dari pebisnis, dunia kesehatan, industri, sampai yang terkecil untuk ketua RT. Apalagi manajemen SDM,” jelasnya.
Pudjiati sendiri konsen pada bidang manajemen SDM.
Dalam studi Manajemen, program studi ini mempelajari cara mengelola, merencanakan, dan mengendalikan sumber daya (manusia, keuangan, dan operasional) untuk mencapai tujuan organisasi.
Kelola Bisnis sampai SDM
Lulusan jenjang S1 akan dipersiapkan menjadi pemimpin, konsultan, atau wirausaha yang andal di berbagai sektor industri.
Ia menerangkan, materi yang diperoleh mahasiswa Manajemen sangat beragam. Mulai mempelajari dasar-dasar bisnis, ekonomi, sampai kepemimpinan.
Di tahun ketiga atau keempat, biasanya akan ada pilihan pilihan atau peminatan khusus. Mulai Manajemen Keuangan yang fokus pada analisis investasi, risiko, dan pendanaan perusahaan.
Manajemen Pemasaran, yang mempelajari perilaku konsumen, riset pasar, dan strategi branding.
Ada pula Manajemen Operasional, yang fokus ihwal materi-materi rantai pasokan, logistik, dan efisiensi produksi.
Atau bisa juga memilih Manajemen Sumber Daya Manusia, di dunia industri biasa menempati posisi HRD.
Studi ini konsen membahas rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan kinerja karyawan.
“Bagi ketua RT, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, studi manajemen sangat berguna sekali. Mereka lebih mudah untuk mengelola SDM di sekitarnya,” jelasnya.
Kata Pudji, untuk Kelas Eksekutif di Universitas Mulia menerapkan kelas yang berbeda dengan reguler. Untuk proses belajar mengajar tidak setiap hari. Tapi hanya Jumat dan Sabtu.
Ada kelas pagi dan sore. Kalau Jumat kuliahnya siang sampai malam, kalau Sabtu dari pagi sampai sore hari.
Bagaimana dengan jumlah SKS nya?
Ia menjelaskan, tidak ada beda dengan mahasiswa umum kelas reguler.
“Tetap 144 SKS. Tidak ada pemangkasan, hanya saja jam belajarnya kita padatkan. Kami tetap menjaga kualitas pembelajaran,” tutur doktor Pudjiati.
Menurutnya Universitas Mulia tetap berjalan pada rel komitmen untuk mengabdi pada masyarakat.
“Kami memberi akses pendidikan yang mudah dan murah bagi masyarakat Balikpapan,” jelasnya.
Bagi Pudji, ketika seorang ketua RT memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka mereka akan lebih percaya diri untuk memimpin warga di lingkungannya.
Tapi, katanya, bukan itu tujuan utamanya.
“Niat besar kami adalah memberi perhatian kepada Ketua RT, Ibu PKK, tokoh masyarakat, ormas dan karyawan. Kami berkomitmen untuk berupaya meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” imbuhnya.
Selama ini bentuk perhatian peningkatan kualitas pendidikan mereka, mungkin masih kurang didapatkan dari pihak lain.
Karena itu, Universitas Mulia hadir untuk mengisi kekosongan ini. Memberi mereka perhatian, meningkatkan kualitas SDM Balikpapan secara nyata, mudah dan murah.
Kelas Eksekutif yang mengakomodir tokoh-tokoh di lingkungan ini baru pertama kali dan satu-satunya di Balikpapan dan Kaltim.
“Coba cek apakah ada kampus lain yang mengakomodir mereka, rata-rata yang ada hanya kelas untuk karyawan,” jelasnya.
Itu pun lebih banyak kelas online. Sedangkan Kelas Eksekutif di Universitas Mulia Balikpapan, tetap didominasi dengan pembelajaran offline.
Sekitar 80 persen kelas tatap muka. Metode pembelajarannya pun berbeda.
“Kami lebih banyak bedah kasus. Apalagi masing-masing mahasiswa dari Ketua RT ini kan sudah banyak pengalamannya,” jelasnya.
Lantaran itu, metode yang digunakan didominasi bedah kasus. Saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama atas problematika yang mereka hadapi.
“Metodenya beda dengan kelas reguler yang diisi mahasiswa yang baru lulus SMA atau SMK. Kalau Kelas Eksekutif ini kan kebanyakan sudah kenyang pengalaman,” jelasnya.
Metode pembelajarannya pun juga berbeda. Dengan pola ini, pembelajaran jadi lebih mudah dipahami, seru dan menggembirakan.
M. Taufik
Editor: Agung














