SMART RT – Di hadapan 525 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026, Rektor Universitas Mulia Balikpapan, Dr. Agung Sakti Pribadi, memberi pesan menghujam.
Ia menekankan, agar para mahasiswa jangan pernah merasa paling berilmu di hadapan masyarakat. Bisa saja mahasiswa memiliki IPK tinggi, tetapi masyarakat telah memiliki pengalaman, kearifan lokal, dan pengetahuan yang diwariskan puluhan bahkan ratusan tahun.
“Datanglah dengan sopan santun, ajak berdiskusi, lalu bangun solusi bersama,” begitu pesan menghujam yang disampaikan Dr. Agung Sakti kepada ratusan mahasiswanya.
Bagi Rektor, keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya teori yang disampaikan mahasiswa, melainkan dari kemampuan mereka membangun kepercayaan masyarakat.
Hal itu, dikemukakan Dr. Agung Sakti, dalam pembekalan KKN yang dihelat di Ballroom Cheng Hoo Universitas Mulia Balikpapan, pada Jumat 17 Juli 2026.
Pagi itu dengan menampilkan peta Nusantara, Dr. Agung Sakti Pribadi, mengajak mahasiswa memperluas cara pandang tentang keberagaman Indonesia.
Ia kemudian menampilkan peta Nusantara yang memenuhi layar di depan Ballroom Cheng Hoo.
Bukan sekadar batas Indonesia modern, melainkan bentangan kepulauan yang mengingatkan pada luasnya kawasan Nusantara dalam sejarah.
Di hadapan 525 mahasiswa peserta KKN 2026, Dr. Agung Sakti memulai sambutannya dengan cara tak biasa. Bagi sebagian orang, peta hanyalah kumpulan garis yang memisahkan wilayah.
Namun bagi mahasiswa KKN, peta itu menjadi pintu masuk membangun cara pandang mereka sebelum diterjunkan ke enam kecamatan dan 34 kelurahan di Kota Balikpapan.
Rektor Dr. Agung Sakti mengingatkan, Indonesia memiliki lebih dari 17.500 pulau dengan ribuan bahasa, adat, dan budaya. Kekayaan ini luar biasa.
“Yang menjadi tantangan bagaimana kita menjaga persatuan dan belajar hidup bersama dalam keberagaman,” ujarnya. Pesan itu lantas mengalir pada esensi Kuliah Kerja Nyata.
Menurut Dr. Agung Sakti, mahasiswa tidak datang ke tengah masyarakat sebagai pihak yang paling mengetahui segala sesuatu.
Sebaliknya, mereka hadir untuk belajar, berdialog, dan membangun solusi bersama.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak pada cara pandang yang merasa lebih unggul hanya karena memiliki pengetahuan akademik.
“Jangan pernah merasa paling berilmu di hadapan masyarakat. Datanglah dengan sopan santun, ajak berdiskusi, lalu bangun solusi bersama.”
Ia juga menegaskan mahasiswa adalah penghubung perguruan tinggi dengan masyarakat.
Melalui KKN, berbagai gagasan, hasil riset, maupun inovasi yang lahir di lingkungan kampus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan warga.
Rektor menyampaikan kebanggaannya karena KKN Universitas Mulia tahun 2026 melibatkan 525 mahasiswa, jumlah terbesar sejak universitas ini berdiri.
Menurutnya, banyaknya jumlah peserta bukan sekadar capaian administratif, tetapi menjadi pengingat semakin besar kelompok, semakin besar pula menjaga persatuan dan kerja sama.
“Di dalam kelompok itulah kalian diuji. Belajarlah bekerja sama, saling mendukung, dan memberikan yang terbaik,” pesan Rektor.
Petakan Masalah di Balikpapan
Dr. Agung Sakti juga memberi target lebih konkret kepada peserta KKN. Selama lima minggu di lapangan, mahasiswa dituntut melaksanakan program kerja dan mampu menghasilkan pemetaan kondisi masyarakat.
Data mengenai potensi maupun persoalan yang ditemukan di setiap kelurahan nantinya dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pemerintah setempat.
“Berpikirlah tentang Kota Balikpapan. Apa yang bisa kita hasilkan selama lima minggu? Petakan potensi dan masalahnya. Data itu nantinya dapat disampaikan ke lurah dan camat sebagai bahan pertimbangan pembangunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan keterlibatan mahasiswa melakukan observasi di masyarakat memungkinkan mendapat data yang lebih kontekstual karena diperoleh melalui interaksi dan pengamatan lapangan.
Sebanyak 525 mahasiswa peserta KKN Tematik Universitas Mulia 2026 mengikuti pembekalan dengan penuh perhatian.
Selama lima minggu ke depan, mereka akan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kolaborasi masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Balikpapan.
Di tengah antusiasme pelaksanaan KKN, Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama menjalankan pengabdian.
Ia mengungkapkan keprihatinannya karena ada mahasiswa yang mengalami kecelakaan sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan bersama.
“Berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jangan memaksakan diri ketika lelah. Selama lima minggu fokus kalian akan berbeda dari aktivitas sehari-hari, sehingga keselamatan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Tinggalkan Jejak Baik
Rektor Dr. Agung Sakti juga mengenang kisah-kisah KKN masa lalu yang sering melahirkan persahabatan, pengalaman hidup, bahkan karya seni.
Riuh tepuk tangan dan sorakan mahasiswa mengiringi cerita tersebut.
Namun di balik selingan yang mengundang tawa, ia menyisipkan pesan bahwa KKN adalah ruang meninggalkan kesan baik di tengah masyarakat.
Mahasiswa, katanya, tidak hanya diingat karena program kerjanya berhasil.
Melainkan karena sikap santun, kemampuan berbaur, dan kehadiran yang membawa manfaat bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.
M. Taufik I Sumber: UM














