SMART RT – Prestasi membanggakan kembali datang untuk Universitas Mulia, Balikpapan. Kali ini datang dari dosen PG PAUD.
Pengelolaan referensi ilmiah menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam penulisan karya ilmiah.
Menjawab kebutuhan itu, kini Universitas Mulia kini memiliki Mendeley Advisor setelah Kepala Laboratorium PG-PAUD, Merlina, M.Pd, resmi memperoleh lisensi yang membuka peluang pengembangan layanan pelatihan dan pendampingan penggunaan Mendeley di lingkungan kampus.
Perolehan lisensi ini membuka peluang bagi Universitas Mulia untuk memperluas penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa terutama ihwal pengelolaan referensi ilmiah.
Pengelolaan sitasi dan referensi yang sistematis dinilai semakin penting seiring meningkatnya tuntutan publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional.
Merlina menjelaskan lisensi itu menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi individu dan memperkuat sumber daya Universitas Mulia.
“Khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Bagi saya, lisensi sebagai Mendeley Advisor bukan hanya pencapaian pribadi, tapi juga menjadi aset bagi Universitas Mulia,” ujarnya.
Melalui lisensi ini, ia berharap dapat berkontribusi meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Terutama terkait pengelolaan referensi ilmiah secara lebih efektif, akurat, dan sesuai kaidah akademik.
Sehingga kualitas penulisan karya ilmiah maupun publikasi di Universitas Mulia dapat terus meningkat.
Perolehan lisensi ini juga menjadi bekal Laboratorium PG-PAUD menjalankan program penguatan kompetensi akademik tahun akademik 2026/2027.
Laboratorium selain berfungsi sebagai praktik pembelajaran, juga diarahkan menjadi pusat pengembangan kapasitas akademik bagi sivitas Universitas Mulia.
Merlina memaparkan, pelatihan Mendeley dipilih karena masih banyak dosen dan mahasiswa yang menghadapi kendala dalam mengelola sitasi serta referensi ilmiah secara efektif.
Katanya, penyusunan daftar pustaka secara manual masih kerap dilakukan.
Sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan format dan mengurangi efisiensi dalam proses penulisan karya ilmiah.
Selain itu, pemanfaatan berbagai fitur Mendeley seperti pengelolaan pustaka digital, sinkronisasi referensi, web importer, penggunaan berbagai gaya sitasi, dinilai belum optimal.
Padahal, banyak jurnal terakreditasi SINTA dan jurnal internasional bereputasi mensyaratkan penggunaan aplikasi manajemen referensi dalam proses penulisan artikel ilmiah.
Sebagai tindak lanjut dari capaian ini, Laboratorium PG-PAUD telah menyiapkan sejumlah program yang akan dilaksanakan secara bertahap.
Program itu meliputi pelatihan dasar penggunaan Mendeley, workshop pengelolaan referensi untuk penyusunan tugas akhir dan artikel ilmiah.
Selain itu layanan pendampingan bagi dosen dan mahasiswa yang memerlukan konsultasi terkait sitasi dan manajemen referensi.
Pelaksanaannya juga dirancang terbuka untuk kolaborasi dengan fakultas, program studi, maupun institusi lain sesuai kebutuhan.
Menurut Merlina pengembangan literasi akademik memerlukan kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi agar praktik dalam pengelolaan referensi ilmiah dapat menjangkau lebih banyak dosen, peneliti, dan mahasiswa.
Melalui kolaborasi tersebut, Universitas Mulia diharapkan semakin berkontribusi memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah, baik di tingkat internal maupun di jejaring akademik yang lebih luas.
Melalui program yang direncanakan ini, Laboratorium PG-PAUD berharap semakin banyak karya ilmiah sivitas akademika Universitas Mulia.
Khusunya yang memenuhi standar etika akademik dan memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
M. Taufik I Sumber: UM













