SMART RT – Warga BDS1 RT31, RT32 dan RT33 Balikpapan Selatan, menghelat Dialog Warga bersama Wakil Ketua DPRD Yono Suherman.
Sejumlah warga mengeluhkan apa yang terjadi di perumahan tersebut, Rabu 29 Juli 2026 malam.
Mulai air yang menyala hanya saat dini hari, listrik yang masih suka byarpet, banjir, sampai soal pengaspalan jalan.
Agenda itu turut menghadirkan delegasi PLN dan PDAM.
Yakni Manager Unit PLN Balikpapan Selatan Langgeng Asmara dan Supervisor Customer Service PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo.
Namun tidak tampak Lurah Damai Bahagia dan Camat Balikpapan Selatan.
Sampai-sampai Yono Suherman, berkelakar, “Nanti kita omelin Camat dan Lurah. Semua kita undang untuk tahu aspirasi masyarakat, tapi malah tidak datang,” ujarnya, disambut tawa warga.
Yono Suherman menyampaikan dukungannya untuk masyarakat BDS 1, umumnya warga Balikpapan.
Karena itu ia mengaku dalam kesempatan Dialog Warga itu ingin mengetahui keluh kesah, masalah, tatanan kehidupan yang ada di masyarakat.
“Saya mau tahu secara general, semuanya. Tidak hanya infrastruktur. Bila perlu tentang BPJS. Saya ingin tahu apa yang terjadi sesungguhnya keluhan di sini,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Yono, ia memiliki beberapa catatan tentang banyaknya permasalahan yang dikeluhkan warga BDS1.
“Dialog ini membuka permasalahan sesungguhnya yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta peran aktif masyarakat terkait masalah yang terjadi di BDS1. Termasuk soal tanah, BPJS dan lainnya.
“Tugas saya, mencatat, mendengarkan dan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” katanya.
Yono bilang, di Balikpapan Selatan 76 persen wilayahnya kategori perumahan.
Sayangnya di Balikpapan, sebanyak 90 persennya perumahannya bermasalah.
“Itu di Balikpapan keseluruhan bukan hanya di Balikpapan Selatan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan beberapa masalah perumahan seperti developer yang enggan memasang PDAM, PLN, lalu pergi.
“Karena itu BDS1 perlu segera melakukan penyerahan ke Pemkot agar bantuan pemerintah bisa lebih mudah,” jelasnya.
Salah satu warga Blok C3 RT 32 Sukimin mengeluhkan soal air PDAM.
“Air di blok C3 selama dipasang pompa, kita tiga hari baru dapat air, sering matinya.”
Kata Sukimin, air baru mengalir jam 2 dini hari, lalu Subuh mati, siang mati lagi.
“Terutama di blok C. Sudah lama juga, kami sempat mau demo juga di PDAM,” paparnya, disambut riuh warga.
Ia merasa heran selama tinggal di BDS1 belum pernah mengalami mati air.
Tapi sejak dipasang pompa air, airnya malah sering tidak mengalir.
Menjawab masalah itu, Supervisor Customer Service PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo mengaku segera menyampaikan hal itu ke pihak teknis.
“Itu bukan pompa tapi Di depan bukbooster. PRV alat untuk mengatur tekanan,” jelasnya.
Suryo mengaku telah meneruskan keluhan warga ke bagian teknis. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait air yang sering tak mengalir.
“Kami akan segera benahi, tidak janji untuk bisa menyala 24 jam. Tapi paling tidak, warga tidak perlu begadang lagi untuk menunggu air mengalir,” katanya.
Ia kemudian memetakan kawasan mana saja yang sulit air. Ternyata hanya di wilayah Blok C. Untuk di Blok B air mengalir normal.
“Masalahnya di eilayah di elevasi tertentu.
Elevasi paling tinggi di Blok C. Kami segera benahi,” ujarnya.
M. Taufik
Editor: Agung













