• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
Home Profil RT

Pak Jasmani, Ketua RT 38 yang Pernah Jadi Pasukan Kawal Istana

Smart RTku by Smart RTku
Agustus 21, 2026
in Profil RT
0
Ketua RT 38

Ketua RT 38, Kelurahan Talagasari, Balikpapan Kota, Jasmani. (Smartrtku)

0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SMART RT – Cendana, tidak asing bagi Jasmani, Ketua RT 38 Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota.

Nama Cendana, identik dengan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

Sejak era Soeharto dan Wakilnya Soedharmono, pak Jasmani sudah bertugas menjaga Istana. Termasuk kediaman Presiden dan Wapres.

Semasa aktif di ketentaraan, Jasmani ditugaskan dalam Pawalis atau Pasukan Kawal Istana. Biasa dikenal dengan sebutan Walis.

Yakni unsur prajurit dari Pasukan Pengamanan Presiden khususnya dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg).

Yonwalprotneg berasal dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan, yakni unit Polisi Militer di bawah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Bertugas mengawal VVIP (voorijder), mengamankan istana, dan menjalankan tugas protokoler kenegaraan.

Termasuk melaksanakan pengamanan fisik dan penjagaan di area Istana Kepresidenan.

Selain itu, menjadi pasukan kehormatan (honour guard) saat penyambutan tamu negara asing. Serta menjalankan tugas pengawalan protokoler dan upacara kenegaraan.

Pasukan ini rutin mengadakan upacara prosesi pergantian atau serah terima jaga (guard mounting) di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, yang mirip tradisi di Istana Buckingham.

Dalam atraksi rutin tersebut, Pawalis didukung Pasukan Berkuda dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) Paspampres dan Satuan Musik (Densik) Paspampres.

Jasmani sudah kenyang dengan pengalamannya menjaga Istana Negara, Istana Merdeka, Istana Bogor, kawasan Diponegoro, Senopati, Cendana, dan lainnya.

“Saya bertugas di sana era 1986-1994. Lalu ditugaskan ke Semarang sampai 1998. Selanjutnya ke Balikpapan sampai pensiun,” papar Jasmani, saat berbincang santai.

BACA JUGA  Ketua RT Bantu Perbarui Data Digital 

Di Taman Hutan Kota, Kelurahan Talagasari, Balikpapan Kota pada Kamis 21 Agustus 2026 sore, Jasmani berkisah panjang lebar.

Ia berkenan membagi kisah inspiratifnya kepada media ini. Apakah sampai sekarang masih berkomunikasi dengan rekan selintingan?

Ditanya begitu, ia menjawab, “Iya masih. Jiwa Korsa kami kuat. Kita juga bergabung dalam grup Jenderal-jenderal aktif,” ujarnya tersenyum.

Sebagai Pengawal Istana, tentu saja, Jasmani punya keahlian tertentu dibanding prjaurit lain.

Ia mengaku saat aktif menjaga Istana, dilatih banyak hal.

Selain latihan fisik, bela diri, latihan-latihan khusus, kemampuan menggunakan bermacam-macam senjata juga harus dikuasainya.

Latihan itu rutin dilakukan sepekan sekali.

Untuk kemampuan penggunaan senjata, tidak hanya senjata api kan?

Katanya, “Ya semua jenis senjata. Di Istana kan lengkap.”

Apakah sampai sekarang keahlian menggunakan beragam senjata itu masih dikuasai? Dilempar tanya begitu, ia tertawa.

“Ya sedikit-sedikit masih bisa lah, kan gak mungkin langsung lupa karena dasarnya kita sudah punya,” ungkapnya.

Saat media ini menyebut salah satu nama petinggi tentara dari Jakarta, yang juga pernah bertugas mengawal Presiden Soeharto, Jasmani mengamini.

“Iya saya kenal. Beliau dari Paspampres kan, saya Walis,” jelasnya. Mereka pernah bertugas di periode yang sama.

BACA JUGA  Muslimin: Komunikasi Intens, Kunci Harmoni Warga RT 32 Damai Bahagia

Meski telah pensiun, Jasmani tetap terlihat bugar. Padahal usianya sudah senja, lahir di bulan September 1966.

Setahun setelah pemberontakan G30S/ PKI. Walau kini menginjak usia 60 tahun, tapi tubuhnya masih terlihat gagah, tegap dan tegas.

Jasmani punya tiga anak, satu sudah berhasil meraih Sarjana Ilmu Komunikasi, satunya dokter gigi yang tengah menjalani koas.

Bungsunya baru masuk kuliah di salah satu kampus tersohor di Bandung. Namun, Jasmani telah ditinggal pergi istrinya.

Tepat sebulan setelah pensiun. Seakan benar-benar menemaninya sampai purna tugasnya mengabdi pada negara selesai.

“Iya menemani saya sampai selesai tugas,” kenangnya. Selagi mendiang istrinya masih hidup, sebagaimana keluarga militer, ia tegas mendidik anak-anaknya dengan disiplin ketat.

Tapi, “Pas ibunya anak-anak sudah tidak ada, saya melunak. Tidak tega, nanti takut mereka malah tertekan,” tuturnya.

Meski begitu, ia telah berhasil membawa seluruh buah hatinya mendapat pendidikan terbaik di berbagai perguruan tinggi.

Di lingkungan sekitarnya, Jasmani sudah dua periode didaulat menjadi Ketua RT38. Ia mengemban tugas ini sejak 2021.

RT38 dihuni sekitar 121 Kepala Keluarga, warganya beragam dari berbagai macam kalangan.

Jasmani mengaku di daerahnya relatif tak ada keluhan. Seperti banjir, sampah, air, keamanan: semua relatif stabil.

Tak ada keluhan yang menonjol. “Untuk air, alhamdulillah kalau tengah malam sudah mengalir,” sarkasnya.

BACA JUGA  Ketua RT 4 Baru Tengah, Wildan: Putuskan Patologi Sosial 

Warganya tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Sebab ada satu masalah krusial yang kini tengah dikeluhkan warga RT 38.

“Masalah legalitas tanah dan bangunan. Kami sudah ada IMTN, tapi sampai sekarang status lahan kami tidak jelas,” keluhnya.

Umumnya, pihak yang telah mengantongi Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) maka berhak untuk mendapat sertifikat hak milik (untuk rumah) atau HGB; hak guna bangunan.

“Tapi pengajuan kami ditolak, dan sampai sekarang tidak pernah diberi tahu alasannya,” keluh Jasmani yang merasa ada kejanggalan dengan kasus ini.

Padahal, katanya, mereka butuh penjelasan. Bukan digantung tanpa sebab. Andai pun itu tanah negara, pemerintah pasti punya solusinya.

Yang dirasakan warga RT 38 saat ini, kata Jasmani, dibuat gantung. “Alasan penolakan pun hanya lisan, tidak ada surat, tidak ada berita acara atau alasan tertulis lain.”

Ia berharap BPN dan pihak terkait bisa memberi penjelasan kepada warganya.

Pihaknya mengaku juga telah bertemu dengan Asisten 1 Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Balikpapan, Zulkipli.

“Kira-kira bulan Juni lalu. Kelanjutannya bagaimana, kami juga tidak tahu. Tidak ada penjelasan apapun,” sesalnya.

Ia berharap masalah warganya bisa mendapat penjelasan dan solusi komprehensif dari Pemerintah Kota.

Rudi
Editor: Agung

Tags: Ketua RT 38Ketua RT di BalikpapanSmart RTSmart RTku
Previous Post

Ketua RT 24 Telagasari Pertanyakan soal Kejelasan Nasib IMTN Warganya

Next Post

Ketua RT 38 Telagasari: Kenapa Pengajuan Legalitas Tanah Warga Ditolak?

Smart RTku

Smart RTku

Next Post
Jasmani

Ketua RT 38 Telagasari: Kenapa Pengajuan Legalitas Tanah Warga Ditolak?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Universitas Mulia

Tingkatkan SDM Ketua RT, Universitas Mulia Buka Kelas Eksekutif Berbiaya Murah

Juli 22, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

Agustus 11, 2026
Ketua RT Balikpapan

Ketua RT 24 Kasmiran, Perantau Banyuwangi  Tata Permukiman Warga Balikpapan

Agustus 13, 2026
Ketua RT 4 Balikpapan Barat

Ketua RT 4 Baru Tengah, Wildan: Putuskan Patologi Sosial 

Juni 23, 2026

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0
PKKMB

Mulia Inauguration 2026: Penutupan PKKMB UM Diwarnai Kreativitas Generasi Z

Agustus 22, 2026
Ketua RT

Ponco Ketua RT 36, Jaga Guyub Warga lewat Tradisi Keagamaan

Agustus 22, 2026
AMPB Pati

Pati

Agustus 22, 2026
Universitas Mulia

Denah Pasar BP Kelurahan Damai, Hasil KKN Mahasiswa Universitas Mulia: Rampung 

Agustus 22, 2026

Recent News

PKKMB

Mulia Inauguration 2026: Penutupan PKKMB UM Diwarnai Kreativitas Generasi Z

Agustus 22, 2026
Ketua RT

Ponco Ketua RT 36, Jaga Guyub Warga lewat Tradisi Keagamaan

Agustus 22, 2026
AMPB Pati

Pati

Agustus 22, 2026
Universitas Mulia

Denah Pasar BP Kelurahan Damai, Hasil KKN Mahasiswa Universitas Mulia: Rampung 

Agustus 22, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.