SMART RTKU – Di tengah keberagaman suku dan latar belakang masyarakat, komunikasi menjadi fondasi utama menjaga keharmonisan lingkungan.
Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Bapak Muslimin, Ketua RT 32 Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan dalam dua periode kepemimpinannya.
Bagi Muslimin, seorang ketua RT tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif.
Ia harus hadir sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
Sekaligus menjadi tempat warga menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.
Menurutnya, kekuatan pemimpin di tingkat lingkungan terletak pada kemampuannya membangun komunikasi yang terbuka, baik formal maupun informal.
“Kekuatan Ketua RT berada pada komunikasi formal maupun informal. Mulai komunikasi yang transparan dengan warga hingga membangun koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan,” ujarnya, baru-baru ini.
RT 32 berada di kawasan Perumahan Bukit Damai Sentosa BDS I dengan jumlah 177 kepala keluarga KK.
Lingkungan di sana dihuni masyarakat yang heterogen, berbagai suku dan etnis seperti Jawa, Bugis, Batak dan Tionghoa.
Meski beragam, kehidupan warga berlangsung harmonis karena budaya saling mengenal dan menjaga kebersamaan terus dipupuk dari waktu ke waktu.
Selama memimpin RT 32, Muslimin mengaku hampir tidak pernah menghadapi persoalan sosial yang berlarut-larut.
Ia menilai kondisi tersebut lahir dari komunikasi yang terus dijaga antara warga dengan pemerintah maupun instansi terkait.
Baginya, seorang ketua RT harus siap menjadi sahabat.
Sekaligus pemimpin yang dapat dihubungi kapan pun demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Namun, situasi itu tidak selalu berjalan mulus. Muslimin mengenang, sebelum menjabat, lingkungan RT 32 sempat terpapar penyalahgunaan narkoba.
Kondisi tersebut kemudian mampu diatasi, melalui pendekatan persuasif dengan memperbanyak kegiatan positif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Berbagai program rutin digelar, di antaranya kerja bakti massal, senam pagi, senam jantung sehat, kegiatan fardu kifayah, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan lain.
Menurut Muslimin, semakin banyak ruang kebersamaan yang tercipta, semakin kecil peluang munculnya aktivitas negatif di lingkungan.
“Dulu sempat terpapar narkoba. Saat saya mulai menjabat, saya membuat program rutin agar warga memiliki kegiatan positif setiap minggu dan setiap bulan,” katanya.
Dengan begitu, lanjut Muslimin, kebersamaan semakin terjalin dan lingkungan menjadi lebih kondusif.

Perantau dari Makassar
Di balik dedikasinya sebagai Ketua RT, Muslimin pria kelahiran Makassar pada 1970.
Meski telah berusia 56 tahun, semangatnya dalam mengayomi 177 kepala keluarga di wilayahnya tetap terjaga.
Baginya, pengabdian kepada masyarakat sebagai tanggung jawab yang dijalankan dengan sepenuh hati.
Dalam kehidupan keluarga, Muslimin juga dikenal sebagai sosok yang mengutamakan pendidikan.
Ketiga buah hatinya telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Putri sulungnya lulusan Universitas Mulawarman jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan kini bekerja di sebuah perusahaan konsultan di Bali.
Anak keduanya, jebolan Hubungan Internasional Universitas Mulawarman.
Sedangkan si bungsu menuntaskan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang.
Perjalanan hidup Muslimin membawanya merantau ke Balikpapan pada 2008.
Awalnya ia menetap di kawasan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah.
Dua tahun berselang, pindah ke RT 32 Kelurahan Damai Bahagia, yang hingga kini menjadi bagian dari masyarakat yang dilayaninya.
Sebelum menetap di Balikpapan, Muslimin telah menempuh perjalanan panjang di berbagai daerah, untuk menuntut ilmu maupun bekerja.
Jakarta, Bandung, Malang, hingga akhirnya Balikpapan menjadi bagian dari kisah hidup yang membentuk karakter kepemimpinannya.
Pengalaman profesionalnya pun terbilang beragam.
Muslimin pernah menjadi asisten dosen, kepala depo di sebuah perusahaan, kepala sekolah pada institusi pendidikan penerbangan, hingga manajer pemasaran.
Saat ini, selain mengemban amanah sebagai Ketua RT 32, Muslimin juga bekerja di Universitas Mulia Balikpapan pada Divisi Marketing, Branding, dan Inovasi.
Berbekal pengalaman organisasi, dunia pendidikan, dan dunia kerja, Muslimin meyakini bahwa komunikasi tetap menjadi modal terpenting.
Terutama dalam membangun lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh rasa kebersamaan.
Baginya, keberhasilan seorang ketua RT bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan.
Melainkan dari kemampuan menyatukan seluruh warganya dalam semangat gotong royong. Membangun kota tercinta.
M. Taufik
Editor: Agung














