SMART RT – Dari lahan yang sebelumnya dipenuhi rawa dan semak belukar, sebuah ruang baru tumbuh di laman belakang Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota.
Tempat itu kini dikenal sebagai Cafe BTS View, sentra kuliner yang tidak hanya menawarkan suasana santai yang berdampingan langsung dengan bendali.
Tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha dan menggerakkan perekonomian.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LPM Kelurahan Telagasari, Gandung Kiswanto, mengatakan gagasan menghadirkan Cafe BTS View bermula setelah dilakukan pembersihan kawasan bendali.
Lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif, kemudian dilihat sebagai peluang untuk dikembangkan menjadi ruang eko ruang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat.
“Dulumya rawa dan semak belukar. Setelah ada pembersihan bendali, kami punya ide untuk membuat UMKM Cafe BTS View,” kata Gandung.
Ia bilang, kawasan ini hasil kolaborasi dan rembukan LPM Kelurahan dengan Kecamatan agar lahan yang mati bisa berfungsi.
Cafe BTS View kini menghadirkan suasana yang berbeda tepatnya ketika sore hari.
Lampu-lampu berwarna kuning menggantung di atas area kafe, pemandangan Bendali menjadi latar yang membuat kawasan itu terasa nyaman.
Di sekitar lokasi juga tersedia fasilitas bermain bagi anak-anak.
Sehingga tempat ini dapat menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat dari berbagai usia.
Sebanyak 13 stan tersedia di Cafe BTS View, yang ditempati pelaku UMKM dari Kelurahan Telagasari. Mulai makanan berat ringan hingga aneka minuman.
Pria yang kerap disapa Gandung menjelaskan, sistem pengelolaannya dilakukan melalui mekanisme penyewaan yang masuk ke kad koperasi UMKM.
Skema itu menjadi bagian dari upaya membangun aktivitas ekonomi yang memberi ruang bagi masyarakat.
Sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan.
Cafe BTS View beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 23.00 Wita.
Selain menjadi tempat menikmati kuliner dan berkumpul, kawasan tersebut juga kerap dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
Salah satunya kegiatan ekonomi kreatif yang baru-baru ini digelar.
“Hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung banyak mas bisa hampir penuh disini,” ungkap Gandung.
Bagi Gandung, keberadaan Cafe BTS View bukan sekadar menghadirkan tempat kuliner baru.
Menurutnya kawasan tersebut menjadi contoh bagaimana lahan yang sebelumnya tidak bermanfaat dapat diubah menjadi ruang produktif.
Semua itu hasil kerja sama antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan pelaku UMKM.
Sinergitas Program UMKM Balikpapan Kota
Senada dengan fokus program peningkatan UMKM, Camat Balikpapan Kota, Rosin, mengatakan pemerintah kecamatan sedang menggencarkan berbagai upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Upaya itu dilakukan melalui sejumlah program.
Antara lain pendampingan pelaku UMKM, budidaya maggot, pengembangan sentra kuliner, serta berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.
Dalam pertemuan bersama tim Smart RT, Rosin menjelaskan program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Balikpapan Kota diarahkan pada tiga pilar utama.
Ketiganya mencakup peningkatan daya saing ekonomi, peningkatan kualitas hidup sosial, serta pelestarian lingkungan.
Ketiga aspek itu diupayakan berjalan secara beriringan agar pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Setiap kegiatan dijalankan dengan prinsip keterukuran agar manfaat yang dihasilkan bisa bertahan jangka panjang,” ujar Rosin.
Ia menambahkan, pada aspek ekonomi, program pemberdayaan difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Balikpapan Kota mulai bertransformasi menumbuhkan ekonomi mandiri dengan mengintegrasikan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.
“Lewat pendekatan berbasis komunitas, masyarakat memperoleh pendapatan tambahan dan membangun ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan,” jelas Rosin.
M. Taufik
Editor: Agung













