SMART RT – Kawasan Wisata Edukasi Kampung Kangkung Kang Bejo, Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, tidak sekadar menghadirkan aktivitas warga dan pengunjung.
Di tengah ruang edukasi yang tumbuh dari lingkungan masyarakat, sekelompok mahasiswa Universitas Mulia UM Balikpapan hadir melakukan pengabdian ke Masyarakat.
Kelompok Kuliah Kerja Nyata KKN Sumber Rejo 2 menempatkan kawasan tersebut sebagai salah satu titik utama pengabdian mereka.
Sebanyak sembilan mahasiswa dari berbagai program studi terlibat dalam kegiatan yang berlangsung selama periode KKN.
Mereka adalah Achmad Bagus Syaifullah dari Akuntansi, Albert Simamora dari Teknologi Informasi, Alvianur Ramdani dari Sistem Informasi.
Kemudian Annisa Bilqis dari Hukum, Ika Setiawati dari Manajemen, Lazuardy Rizky Saputra dari Informatika, Novita Sari dari Manajemen, Rama Eka Febrian dari Manajemen, dan Zyfa Evrillita dari Manajemen.
Ketua Kelompok KKN Sumber Rejo 2, Alvianur Ramdani menjelaskan sebelum menentukan program kerja unggulan, kelompoknya terlebih dahulu melakukan observasi langsung di kawasan Wisata Edukasi Kang Bejo.
Ia bilang dari hasil observasi itu, kelompoknya menemukan sarana dan prasarana sudah ada tapi beberapa fasilitas penunjang masih harus ditingkatkan.
“Untuk membentuk kawasan yang lebih nyaman, bersih, informatif, dan mampu memberi edukasi yang lebih baik bagi pengunjung,” jelasnya, belum lama ini.
Temuan yang dimaksud dari hasil observasi, salah satunya yang berkaitan dengan persoalan sampah.
Jumlah bak sampah yang tersedia dinilai masih minim, sehingga sampah masih ditemukan berserakan di sejumlah titik kawasan edukasi.
“Dari situlah lahir program pengadaan dan pemasangan dua unit bak sampah ganda, atau empat bak secara keseluruhan. Setiap bak dibedakan berdasarkan kategori sampah organik dan anorganik.”
Perhatian berikutnya tertuju pada Gazebo Kang Bejo.
Papan informasi yang sebelumnya menjadi penanda gazebo sudah dalam kondisi rapuh dengan desain yang memudar.
Tulisan yang sulit terbaca membuat identitas dan fungsi gazebo tidak lagi tersampaikan secara optimal kepada pengunjung.
Kelompok KKN kemudian membuat papan informasi baru agar keberadaan gazebo lebih mudah dikenali dan tampil lebih representatif.
Program tersebut kemudian dilengkapi dengan wadah cuci tangan yang dibuat melalui pemanfaatan galon bekas.
Gagasan ini menjadi bentuk sederhana dari pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan.
“Selain menjawab kebutuhan kebersihan pengunjung, fasilitas cuci tangan menggunakan galon bekas juga sejalan semangat ramah lingkungan yang menjadi bagian dari karakter Wisata Edukasi Kang Bejo.”
Alvianur menjelaskan program unggulan berikutnya dari mahasiswa KKN UM Balikpapan di Sumber Rejo 2 yakni pembuatan media informasi berupa X-Banner.

Sebelumnya, informasi wisata lebih banyak mengandalkan papan permanen yang tidak mudah dipindahkan.
Kondisi itu membuat media promosi kurang fleksibel ketika kawasan Kang Bejo ingin memperkenalkan diri dalam kegiatan atau acara di luar lokasi.
“X-Banner kami pilih karena bisa dipindahkan dan digunakan lebih fleksibel sebagai media promosi sekaligus edukasi,” ucapnya.
Beberapa program unggulan tersebut lahir dari hasil pengamatan terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
Kelompok KKN UM Balikpapan Sumber Rejo 2 memilih memperbaiki bagian-bagian kecil yang sudah ada, bukan menggantikannya secara keseluruhan.
Di luar program unggulan, aktivitas KKN juga bergerak ke sejumlah bidang lain, Mahasiswa melakukan Survei Tiga Instrumen yang mencakup kesejahteraan masyarakat, potensi UMKM, serta digitalisasi administrasi RT.
“Kegiatan kami untuk membangun basis data wilayah Kelurahan Sumber Rejo sebagai bahan pemetaan kondisi dan potensi masyarakat.”
Ruang belajar juga menjadi bagian dari pengabdian KKN Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan, melalui program Bimbel Ruang Pintar pada 3–12 Agustus 2026 lalu.
Anak-anak jenjang TK hingga SMP mendapat pendampingan belajar yang dirangkai edukasi pemilahan sampah dan makanan bergizi.
Kegiatan tersebut turut diisi pembagian susu dan telur secara gratis.
“Tanggal 8 Agustus 2026 lalu, kami juga memberikan edukasi penggunaan gadget secara bijak kepada 25 siswa kelas 6 SD Negeri 027 Balikpapan Tengah, dengan materi mengenai screen time dan pemanfaatan gadget secara produktif,” ungkap Alvianur.
Pengabdian kemudian berlanjut melalui pendampingan Posyandu Balita bersama kader Posyandu RT 31-34, termasuk kegiatan penimbangan, pengukuran, dan distribusi Vitamin A.
Di sektor ekonomi, sebanyak 12 pelaku UMKM RT 37 mendapat pelatihan digital marketing berbasis kecerdasan buatan AI, termasuk praktik membuat poster produk.
Pada akhirnya, jejak KKN Sumber Rejo 2 tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana.
Ada upaya untuk meninggalkan sesuatu yang dapat terus digunakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Seperti fasilitas Bak sampah, papan informasi, wadah cuci tangan, X-Banner dan kegiatan edukasi kemarin kita lakukan mungkin sederhana.
“Semoga bermanfaat untuk jangka panjang bagi warga, bukan hanya pada saat kita KKN saja,” katanya.
M. Taufik
Editor: Agung













