SMART RT – Universitas Mulia Balikpapan, tak hanya fokus mencetak calon sarjana.
Tapi para mahasiswanya juga dibekali ruang untuk berekspresi sesuai bakat dan minatnya. Mereka diupayakan bisa memiliki keahlian setelah lulus nanti.
Salah satunya melalui Unit Kegiatan Mahasiswa. Di Kampus Putih, sedikitnya tercatat 35 UKM. Dari musik, theater, beragam UKM olahraga sampai Jurnalistik.
Khusus UKM Jurnalistik, pihak kampus berkomitmen bisa mencetak anggota yang aktif di UKM itu sebagai calon wartawan andal.
Menurut Pembina UKM Jurnalistik GEMA Universitas Mulia, Amrico, pihaknya rutin melakukan pembinaan melalui pelatihan jurnalistik reguler.
“Untuk pelatihan jurnalistik, kita agendakan setiap Sabtu sore,” ujar Riko, sapaan karibnya.
Selain menggelar pelatihan jurnalistik pekanan, pihaknya juga membekali anggota UKM Jurnalistik dengan buku panduan jurnalistik.
Melalui buku panduan itu, ia berharap calon-calon wartawan muda ini mampu memahami dasar-dasar jurnalistik.
Yang pada akhirnya ketika mereka lulus kuliah sudah memiliki soft skill, dan diharapkan bisa bergabung dengan media massa di Kaltim.
“Ke depan, mereka juga akan ditugaskan liputan ke luar kampus dan latihan meliput bersama rekan-rekan wartawan media di Balikpapan,” jelasnya.
Dari proses itu, ia berharap setelah mereka lulus kuliah bisa langsung diserap media massa yang ada di provinsi Kaltim.
“Bisa juga mereka menjadi konten kreator atau influencer di Balikpapan. Tergantung passion masing-masing anggota.”
Yang terpenting, lanjut Riko, pihak kampus berupaya untuk membekali mahasiswanya dengan berbagai keahlian.
“Jadi, bukan sebatas nilai akademik yang mereka kejar. Kita bekali juga dengan keahlian dan peluang membuka jaringan.”
Riko menjelaskan, UKM Jurnalistik Universitas Mulia Balikpapan, sebetulnya sudah ada sejak setahun silam.
“Namun, aktivitasnya sempat vakum,” imbuhnya. Mulai tahun ini, pihak kampus menerapkan strategi baru.
Salah satunya, menjaring anggota UKM Jurnalistik, khusus mahasiswa baru. Konsep ini membedakan dengan tahun sebelumnya, yang menjaring mahasiswa tingkat akhir.
“Kalau mahasiswa baru kesibukannya belum terlalu padat. Jadi mereka masih bisa aktif mengikuti kegiatan di luar kampus,” papar Riko.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk kepada praktisi wartawan berpengalaman.
Rencananya anggota UKM Jurnalistik ini juga akan diajak berkunjung ke kantor media besar yang ada di Balikpapan.
“Kita akan kenalkan mereka bagaimana cara industri media bekerja,” imbuh Riko.
Pada Sabtu 10 Oktober 2026, pelatihan jurnalistik diisi dengan materi teknik dasar wawancara.
Pematerinya dibawakan praktisi yang pernah bertugas di Harian Republika, Koran Media Indonesia, Majalah Ummi, dan beragam media nasional lainnya.
“Tiap pekan materinya berbeda-beda. Kita juga memberi tugas liputan untuk semua anggota,” jelas Riko.
Ia mengungkap salah satu anggota UKM Jurnalistik ada yang sudah punya pengalaman menorehkan karya novel.
Kata Riko, bukan tidak mungkin karya-karya mereka kelak juga akan dibukukan. “Semacam karya antologi, baik fiksi atau non fiksi,” paparnya.
M. Taufik
Editor: Agung













