SMART RT – Puluhan warga RT 66 Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, mengikuti sosialisasi sekaligus pendaftaran Parlinsos Digital dan Identitas Kependudukan Digital IKD.
Agenda itu digelar di Musholla Miftahul Ihsan, belum lama ini. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir sejak pagi.
Ketua RT 66 Batu Ampar, Tati mengatakan antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai pukul 08.00 Wita hingga sekitar pukul 11.00 Wita.
Menurutnya, partisipasi masyarakat pada pelaksanaan perdana ini cukup tinggi.
Ia menilai hal itu menandakan tumbuhnya kesadaran warga terhadap pentingnya administrasi kependudukan berbasis digital.
“Luar biasa antusias warga Mas, warga terus berdatangan,” ujarnya.
Dalam agenda itu, warga memperoleh pendampingan langsung dari petugas Parlinsos Digital dan pihak Kelurahan Batu Ampar.
Mereka membantu proses pendaftaran IKD sekaligus memberikan penjelasan mengenai manfaat program bagi masyarakat.
Tati mengaku terus mengupayakan seluruh warga, terutama masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, agar segera terdaftar dalam sistem Parlinsos Digital.
Ia menilai pendataan yang akurat akan mempermudah warga memperoleh berbagai program bantuan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ini sangat penting, apalagi kalangan warga yang ekonomi menengah kebawah untuk mempermudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah seperti bantuan sosial,” ucap Tati.
Menurutnya, sosialisasi perdana ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya data kependudukan yang valid dan terintegrasi.
Ke depan, RT 66 akan terus mendukung kegiatan serupa agar semakin banyak warga yang terlayani.
Program Parlinsos Digital dihadirkan sebagai solusi strategis untuk memastikan penyaluran bantuan sosial di Kota Balikpapan berlangsung lebih tepat sasaran, transparan, dan inklusif.
Melalui sistem digital, pemerintah dapat melakukan pendataan yang lebih akurat terhadap warga yang benar-benar berhak menerima bantuan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat pada kegiatan perdana itu, diharapkan semakin banyak warga RT 66 yang memiliki IKD dan terdaftar dalam Parlinsos Digital.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern sekaligus memperkuat ketepatan penyaluran program kesejahteraan sosial di Kota Balikpapan.
Garda Terdepan
Perangkat lingkungan seperti ketua RT sangat berperan sebagai faktor penentu keberhasilan program pemerintah, di tengah gencarnya upaya pemerintah menghadirkan sistem pelayanan publik yang serba digital.
Sebelumnya, para ketua RT se-Balikpapan telah mengikuti sosialisasi pelaksanaan program Perlinsos yang mulai diterapkan secara resmi di kota ini.
Kick Off dan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial berbasis Digital Public Infrastructure (DPI), digelar Pemerintah Kota Balikpapan, pada Selasa, 2 Juni 2026 lalu.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, menegaskan transformasi digital dalam sistem perlindungan sosial bukan sekadar penerapan teknologi baru.
Melainkan langkah strategis memastikan setiap bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran, akurat, dan transparan.
Namun demikian, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung kualitas sistem yang digunakan, tapi juga keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya di tingkat paling bawah.
Ia menilai posisi RT, sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan yang berhadapan langsung dengan warga.
Dalam proses pendataan hingga verifikasi calon penerima manfaat, peran mereka menjadi penentu utama keakuratan data.
“RT memiliki peran sangat krusial karena merekalah yang paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Mereka sangat memahami kondisi ekonomi, sosial, dan kebutuhan warga di lingkungannya.
Karena itu, Wali Kota Rahmad menilai kehadiran ketua RT sangat membantu memastikan proses pendataan berjalan lancar.
Ia juga menjelaskan, Balikpapan terpilih menjadi satu dari 42 daerah di seluruh Indonesia yang mendapatkan kepercayaan khusus dari pemerintah pusat untuk menjalankan perluasan program digitalisasi perlindungan sosial ini.
Kepercayaan ini menjadi peluang besar bagi Balikpapan untuk menjadi percontohan dalam membangun sistem bantuan sosial yang modern, lebih transparan, akurat, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
Untuk menjalankan program ini, pemerintah kota telah menyiapkan 365 Agen Perlinsos yang akan ditempatkan di setiap kelurahan dan kecamatan.
Para agen ini akan mulai melakukan proses pendataan secara bertahap mulai 4 Juni hingga 3 Juli 2026.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, para agen ini akan menjadikan para Ketua RT sebagai mitra utama dan garda terdepan.
“Data yang valid kunci bagi pemerintah menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
M. Taufik
Editor: Agung














