SMART RT – Sejak tahun 2020, Romadhon dipercaya warga menjadi Ketua RT 26, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.
Ia tidak punya ambisi khusus yang membuatnya maju sebagai ketua.
Rokadhon hanya menerima ketika warga memilih dan mempercayakan tanggung jawab tersebut kepadanya.
Ia berasal dari Surabaya dan sehari-hari berdinas sebagai TNI Angkatan Darat.
Meski memiliki kesibukan sebagai prajurit, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua RT hingga sekarang.
“Tidak ada alasan karena warga yang memilih saya,” kata Romadhon.
Selama memimpin RT 26, ia melihat perubahan yang paling terasa justru datang dari hubungan antarwarga.
Kerja sama semakin terjalin dan warga terbiasa saling membantu ketika ada persoalan.
Menurut Romadhon, hal tersebut tidak terlepas dari motto yang digagas warga, yakni “Tetanggaku Saudaraku.”
Motto itu menjadi gambaran bagaimana warga RT 26 membangun kehidupan bertetangga.
Tetangga tidak hanya dipandang sebagai orang yang tinggal bersebelahan, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan yang perlu saling diperhatikan.
Romadhon menilai persoalan yang muncul di RT 26 selama ini relatif kecil. Ia bahkan menyebut persoalan lingkungan hanya sekitar 0,1 persen.
Ia mengungkapkan, warga sudah terbiasa berkoordinasi apabila ada masalah.
Masing-masing juga dinilai sudah memahami tugas dan tanggung jawab sebagai warga.
“Untuk persoalan yang kita hadapi di RT 26 Kelurahan Damai hanya 0,1 persen, karena warga sudah mengerti,” imbuhnya.
Bahkan, lanjutnya, warga selalu koordinasi apabila ada masalah dan sudah tahu tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Kebiasaan berkoordinasi itu membuat persoalan yang muncul bisa dibicarakan bersama.
Tidak harus menunggu masalah menjadi besar untuk kemudian dicari jalan keluarnya.
Hal lain yang menurut Romadhon cukup berkesan selama memimpin RT soal hubungan antarwarga yang tetap terjaga di tengah perbedaan usia maupun agama.
Ia melihat warga bisa saling menghormati.
Orang tua dan anak muda dapat bekerja sama, sementara hubungan antarwarga yang berbeda agama juga tetap berjalan dengan baik.
“Pengalaman yang terbaik bagi saya terjalinnya kerja sama antarwarga, saling hormat-menghormati baik itu orang tua, anak muda dan terjalinnya saling hormat antaragama,” tuturnya.
Bagi Romadhon, hubungan seperti itulah yang membuat lingkungan terasa lebih nyaman.
Bukan karena tidak pernah ada persoalan, tetapi karena warga tahu bagaimana berkomunikasi ketika menghadapi persoalan.
Setelah menjalankan tugas sebagai Ketua RT sejak 2020, Romadhon tidak berbicara banyak soal pencapaian pribadi.
Ia juga lebih menyoroti kerja sama warga yang menurutnya sudah berjalan baik.
Ketika ditanya mengenai harapannya ke depan, ia justru tidak mempermasalahkan siapa yang nantinya dipercaya menjadi Ketua RT.
Yang terpenting, menurutnya, hal-hal baik yang sudah dibangun selama ini tetap dilanjutkan dan diperbaiki.
“Harapan ke depan siapapun nanti yang menjadi Ketua RT, bisa melanjut yang sudah baik menjadi lebih baik,” tegasnya.
Bagi warga RT 26 Kelurahan Damai, prinsip “Tetanggaku Saudaraku” bukan sekadar motto.
Selama Romadhon memimpin, prinsip itu menjadi salah satu pegangan untuk menjaga kerja sama, saling menghormati, dan menyelesaikan persoalan lingkungan melalui komunikasi antarwarga.
Salsa/ M. Taufik
Editor: Agung













