SMART RTKU – Sampai Juni 2026, Pemerintah Kota Balikpapan mencatat UMKM terbanyak di kota ini didominasi sektor kuliner.
Dari total UMKM yang ada di kota ini, hampir setengahnya fokus pada UMKM sektor kuliner.
Mengacu data Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, jumlah UMKM di kota ini hingga akhir 2025 mencapai 98 ribu unit usaha.
Jumlah itu berasal dari data UMKM yang telah terdaftar secara resmi melalui perizinan.
Mulai usaha mikro dan kecil di tingkat kecamatan hingga pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dari total tersebut, sektor kuliner menjadi yang paling dominan.
“Hampir 40 persen UMKM di Balikpapan bergerak di bidang makanan dan minuman, menjadikannya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif lokal,” terang Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma.
Heruressandy menegaskan, masyarakat yang ingin mendaftarkan usahanya kini tidak perlu khawatir.
Sebab, proses pendaftaran dapat dilakukan online melalui situs resmi pemerintah.
Pihaknya mengakui masih banyak pelaku usaha mikro yang belum mengurus perizinan secara formal.
Lantaran itu DKUMKMP mendorong para pelaku usaha segera mendaftarkan usahanya, baik dengan datang langsung ke dinas perizinan maupun ke kantor dinas terkait, atau melalui layanan online.
Ia menjamkn bagi UMKM yang mengalami kesulitan, bisa memanfaatkan layanan pendampingan yang tersedia di setiap kecamatan.
DKUMKMP juga memastikan persyaratan pendaftaran tergolong mudah.
Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan dokumen dasar seperti KTP, NPWP, serta data jenis usaha.
Bahkan, jika seluruh dokumen lengkap dan diunggah dengan benar, penerbitan NIB dapat dilakukan pada hari yang sama.
Selain itu, DKUMKMP juga terus mendorong keterlibatan UMKM dalam berbagai kegiatan dan layanan terpadu.
Setiap tahun, berbagai instansi digabungkan dalam satu lokasi pelayanan, mulai dinas perizinan, dinas kesehatan, kementerian hukum, dinas lingkungan hidup, hingga dinas pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, sejumlah perbankan juga turut dilibatkan untuk memberi kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Melaluo konsep layanan terpadu ini, pelaku UMKM tidak harus menunggu event tertentu.
Mereka bisa datang secara reguler atau menghadiri festival yang diadakan Pemkot Balikpapan.
Masuk ke Retail
Asisten III Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, menjelaskan setiap tahun pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ke sejumlah ritel modern untuk memastikan adanya rak khusus bagi produk UMKM.
“Kami selalu melihat apakah tempat tersebut menerima dan menyiapkan rak khusus untuk produk UMKM,” jelasnya.
Dari sisi kualitas produk, ia menilai UMKM Balikpapan sudah menunjukkan perkembangan positif, dan mulai menuju kategori UMKM naik kelas.
“Ini bisa kita lihat dari kemasan produk yang semakin rapi dan menarik,” ujarnya.
Meski begitu ia mengakui selama ini masih ada retail yang menjajakan produk UMKM dari luar Balikpapan. Antara lain dari Samarinda.
Untuk itu pihaknya berharap agar retail modern bisa memberi prioritas kepada produk-produk kuliner UMKM Balikpapan.
Salah satu tantangan bagi UMKM Balikpapan saat ini terkait promosi.
Menurutnya promosi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM di Balikpapan.
Karena itu, dukungan dari ritel modern sangat dibutuhkan agar produk lokal lebih dikenal masyarakat.
M. Taufik
Editor: Agung














