SMART RT – Tim Penelitian Dana Hibah BIMA Universitas Mulia menyusun Model Konseptual Green Skills sebagai Determinan Penguatan Sumber Daya Manusia.
Khususnya dalam Perspektif Ekonomi Lingkungan Berkelanjutan pada Pemerintah Daerah Kalimantan Timur.
Tim peneliti ini mengingatkan, Green Skills menjadi kompetensi strategis memperkuat sumber daya manusia pemerintah daerah di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan.
Penelitian ini dinahkodai Dr. Sudarmo bersama Gunawan, M.T dan Yamani, M.Pd.
Kini, hasil risetnya memasuki tahap pengumpulan data lapangan melalui rangkaian kunjungan ke berbagai Pemda di Kalimantan Timur.
Hingga awal Juli 2026, tim ini telah melaksanakan audiensi dan penyebaran kuesioner di Pemerintah Kota Balikpapan, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Samarinda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara.
Termasuk ke Dinas Lingkungan Hidup di Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Penajam Paser Utara.
Di setiap lokasi, tim mempresentasikan substansi penelitian yang menekankan urgensi Green Skills sebagai kompetensi strategis memperkuat SDM Pemda, terutama di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan.
Paparan itu menjelaskan latar belakang penelitian, tujuan penyusunan model konseptual, kerangka berpikir, metode penelitian, hingga luaran ilmiah yang diharapkan.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjut penyebaran kuesioner kepada pimpinan perangkat daerah, aparatur sipil negara, pelaku usaha, akademisi, dan unsur masyarakat sebagai bagian dari proses pengumpulan data penelitian.
Namun, perjalanan tidak berhenti sebagai agenda administratif menghimpun data. Setiap kunjungan justru menghadirkan ruang dialog yang memperkaya cara pandang peneliti terhadap konteks pembangunan di Kalimantan Timur.
Setiap daerah menghadirkan pengalaman berbeda.
Ada daerah yang banyak berbicara ihwal transformasi birokrasi, ada yang menyoroti isu lingkungan, ada pula daerah lain yang memperlihatkan bagaimana inovasi riset mulai menjadi bagian perencanaan pembangunan.
Keragaman perspektif itu tidak diposisikan sebagai temuan penelitian, melainkan sebagai konteks yang membantu tim peneliti memahami kompleksitas pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Perjalanan dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Bontang, Sangatta hingga Penajam Paser Utara memperlihatkan setiap daerah memiliki karakteristik kelembagaan, tantangan, dan prioritas pembangunan yang tidak selalu sama.
Bagi tim peneliti, keragaman ini justru menjadi alasan mengapa model konseptual Green Skills tidak dapat dibangun hanya melalui kajian literatur, tetapi perlu diperkaya melalui dialog dengan para pemangku kepentingan di lapangan.
Pendekatan ini diharapkan menghasilkan kerangka konseptual yang kokoh secara teoretis, dan memiliki relevansi kebutuhan pemerintah daerah sebagai pengguna hasil penelitian.
Salah satu pengalaman yang memperkaya perjalanan penelitian terjadi ketika tim berdiskusi dengan BRIDA Provinsi Kalimantan Timur di Kota Samarinda.
Selain memfasilitasi proses pengumpulan data, forum itu membuka ruang pertukaran gagasan soal berbagai agenda riset yang berkembang di lingkungan pemerintah daerah, termasuk pengembangan Blue Economy.
Bagi tim peneliti, pengalaman tersebut menunjukkan setiap institusi memiliki fokus inovasi yang berbeda dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kolaborasi akademik di masa mendatang.
Pertukaran perspektif seperti ini memperlihatkan bahwa riset bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membangun jejaring intelektual antarlembaga.
Pendekatan yang ditempuh tim peneliti juga sejalan desain penelitian mixed methods yang mengandalkan validasi kuantitatif melalui survei dengan eksplorasi konseptual dan penguatan konteks melalui interaksi langsung dengan para pemangku kepentingan.
Dengan demikian, proses pengumpulan data menjadi bagian penting memastikan model konseptual Green Skills dikembangkan berdasar pemahaman yang utuh terhadap dinamika pemerintah daerah di Kalimantan Timur.
Penelitian ini bagian dari agenda riset jangka panjang Universitas Mulia untuk membangun fondasi teoretis Green Skills.
Tujuannya sebagai penguatan sumber daya manusia dalam perspektif ekonomi lingkungan berkelanjutan.
Melalui penelitian fundamental ini, tim menargetkan lahirnya model konseptual yang tervalidasi secara ilmiah, publikasi pada jurnal bereputasi, serta rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan kebijakan pemerintah daerah di masa mendatang.
Bagi tim peneliti Universitas Mulia, perjalanan ke berbagai pemerintah daerah bukan sekadar rangkaian kunjungan administratif untuk menyebarkan kuesioner.
Setiap dialog menjadi kesempatan memahami cara pemerintah memandang pembangunan berkelanjutan dari sudut yang berbeda.
Perspektif-perspektif itulah yang kelak menjadi konteks penting penyusunan model konseptual Green Skills, adapun analisis ilmiah terhadap data penelitian tetap dilakukan setelah seluruh tahapan pengumpulan data selesai sesuai kaidah penelitian.
Penelitian bukan hanya menghasilkan publikasi atau model konseptual. Ia adalah perjalanan intelektual yang mempertemukan teori dengan praktik, memperkaya gagasan melalui dialog.
Sekaligus membangun jembatan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, bersama-sama menjawab tantangan pembangunan yang terus berkembang.
M. Taufik I Sumber: UM














