• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
Home Profil RT

Dulu Kirim Berita dari Lapangan, Kini Jadi Tempat Warga Regency Tampung Keluhan

Smart RTku by Smart RTku
Agustus 31, 2026
in Profil RT
0
Ketua RT

Ketua RT 39 Regency, Balikpapan, Joko. (Smartrtku)

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SMART RT – Dulu, Ketua RT 39 di kawasan Besakih, Perumahan Regency, Balikpapan Joko terbiasa mengejar pertandingan.

Ia bisa berangkat ke kota lain hanya untuk memastikan satu pertandingan sepak bola atau tinju menjadi berita di halaman olahraga.

Saat ini, rutinitasnya berbeda.

Tidak ada lagi perjalanan meliput pertandingan, mengejar narasumber, atau mengirim tulisan ke meja redaksi.

Setelah pensiun dari industri farmasi, sebagian waktunya justru dihabiskan di lingkungan tempat ia tinggal selama lebih dari dua dekade.

Joko, yang lahir di Banyuwangi pada 3 Desember 1965, tercatat sebagai Ketua RT 39 di kawasan Besakih, Perumahan Regency, Balikpapan.

Di usianya yang kini 60 tahun, ia masih menjadi salah satu orang yang dicari warga ketika ada persoalan di lingkungan.

Peran tersebut tentu tidak datang tiba-tiba.

Joko pertama kali mengenal Kalimantan ketika datang untuk bekerja.

Sebelumnya, sebagian besar hidupnya dihabiskan di Yogyakarta, sejak masa sekolah hingga kuliah.

Ketika pertama kali tiba di Balikpapan, suasana yang dilihatnya sangat berbeda dengan Yogyakarta yang telah lama dikenalnya.

Ia masih mengingat perjalanan menuju Samarinda yang ketika itu banyak melewati kawasan yang sepi.

“Saya turun di Balikpapan, langsung lewat hutan. Ya Allah, sepi betul Kalimantan,” kenangnya kepada media ini.

Kesan sebagai pendatang itu perlahan berubah.

Ia kemudian tinggal di Samarinda sekitar dua tahun sebelum mendapat tawaran bekerja di Balikpapan pada 1999.

Sejak saat itu, Kalimantan Timur menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Joko menghabiskan masa sekolah hingga kuliahnya di Yogyakarta.

BACA JUGA  Potensi Pantai Segara Di Bawah Kepemimpinan Tati, Ketua RT 59

Di kota itu ia kemudian menjadi wartawan lepas untuk Koran Kedaulatan Rakyat. Ia ditugaskan di desk olahraga.

Tinju dan sepak bola menjadi dua hal yang paling sering ia liput.

Joko tidak hanya bekerja dari meja. Jika ada pertandingan, ia berangkat langsung ke lokasi.

Probolinggo, Jember, Kediri, Solo hingga Semarang pernah menjadi tujuan liputannya.

Honor yang diterimanya ketika itu tidak besar.

Joko masih mengingat masa ketika satu berita olahraga hanya menghasilkan puluhan ribu rupiah.

Namun pekerjaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum kemudian beralih ke dunia farmasi.

Seorang teman lama semasa SMA, Bowie Arianto, yang telah lebih dahulu tinggal di Samarinda, menjadi salah satu yang membuka jalan baginya untuk bekerja di industri tersebut.

Menariknya, Joko sebenarnya bukan lulusan farmasi. Ia memiliki latar belakang filsafat dari perguruan tinggi di Yogyakarta.

Ia pun harus belajar dari awal.

Walhasil, Joko mengikuti pelatihan dan mempelajari berbagai jenis obat, termasuk cara kerja serta penggunaannya.

Dari Samarinda, kariernya kemudian berkembang.

Setelah sekitar dua tahun bekerja di Samarinda, ia mendapat tawaran bergabung dengan Boehringer Ingelheim, perusahaan farmasi asal Jerman.

Tawaran itu membawanya pindah ke Balikpapan pada 1999. Ia kemudian menetap di kota ini hingga pensiun.

Lima tahun setelah pindah ke Balikpapan, Joko membeli rumah di Regency.

Saat itu, kawasan tersebut belum seramai sekarang. Rumah masih jarang dan suasananya relatif sepi.

Bahkan, keputusan untuk membeli rumah di sana sempat mendapat penolakan dari istrinya.

BACA JUGA  Kaprodi Akuntansi UM, Eko: Terapkan Sistem OBE Kejar Standardisasi Global

“Istri saya dulu enggak mau. Katanya rumah dekat bulan, enggak ada orang,” tutur Joko.

Namun Joko tetap mengambil keputusan. Ia membeli dua kapling dengan harga sekitar Rp43 juta per kapling. Ukurannya sekitar 6 x 12 meter.

Dua puluh dua tahun kemudian, pemandangan itu berubah.

Regency pun berkembang menjadi kawasan hunian dengan 13 RT dan ribuan penduduk.

Rumah-rumah berdiri semakin rapat, fasilitas bertambah, dan kawasan yang dulu terasa sunyi berubah menjadi lingkungan yang jauh lebih ramai.

Joko menjadi saksi dari perubahan itu.

Ia bahkan sudah menjadi ketua RT sejak kawasan tersebut masih terdiri dari sedikit RT.

Selama sekitar 15 hingga 20 tahun menjalankan tugas tersebut, ia melihat persoalan warga ikut berkembang seiring bertambahnya jumlah penduduk.

Sebagai Ketua RT 39 di Besakih, urusannya bukan hanya surat-menyurat warga.

Ia bersama Forum RT Regency juga ikut menjembatani berbagai kebutuhan masyarakat.

Salah satu yang pernah ditangani berkaitan dengan pendidikan.

Saat itu ada anak-anak warga yang belum tertampung di sekolah.

Forum RT mengumpulkan persoalan tersebut dan menyampaikannya kepada pihak sekolah serta Dinas Pendidikan.

Hasilnya, anak-anak tersebut akhirnya mendapatkan tempat untuk bersekolah.

Bagi Joko, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa forum warga dapat membantu menyelesaikan persoalan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Forum RT itu untuk membantu menjembatani warga,” katanya.

Peran tersebut kembali terlihat ketika sejumlah konsumen di kawasan Regency menghadapi persoalan terkait rumah yang mereka beli.

BACA JUGA  Alur Lengkap Mengurus Surat Nikah 

Berdasarkan laporan dari sejumlah RT yang dihimpun forum, ada sekitar 300 konsumen yang menghadapi persoalan dengan kondisi berbeda-beda.

Ada rumah yang belum dibangun meski sudah dibayar, bangunan yang baru selesai sebagian.

Ada juga rumah yang sudah berdiri tetapi legalitasnya belum diterima konsumen.

Joko tidak menempatkan persoalan tersebut sebagai urusan satu RT saja.

Forum mencoba menghimpun laporan warga dan menjembatani komunikasi dengan pihak pengembang maupun pemerintah.

Ia juga mendorong agar pembahasan melibatkan pihak pusat pengembang karena menurutnya sejumlah keputusan berada di tingkat pusat.

Bagi Joko, warga pada dasarnya menginginkan rumah yang telah mereka beli dapat dihuni dan memiliki legalitas yang jelas.

“Orang beli rumah itu kan pasti kepengen punya rumah. Kepengen rumahnya ada dan legalitasnya clear,” tekannya.

Kasus tersebut menjadi salah satu persoalan yang kini dikawal Forum RT.

Namun bagi Joko, fungsi forum tidak berhenti pada satu masalah.

Selama warga membutuhkan penghubung, forum tetap berjalan.

Dua puluh dua tahun setelah membeli rumah di Regency, Joko telah melewati banyak perubahan di kawasan tersebut.

Rumah yang dulu berada di lingkungan lengang kini berada di tengah permukiman yang jauh lebih ramai.

Setelah puluhan tahun bekerja, kesehariannya pun berubah. Tak ada lagi perjalanan meliput pertandingan atau agenda pekerjaan dari satu kota ke kota lain.

Kini, waktunya lebih banyak dihabiskan bersama keluarga, sembari tetap menjalani aktivitasnya sebagai Ketua RT 39.

M. Taufik/ Caca
Editor: Agung

Tags: BalikpapanKetua RTKetua RT39 RegencySmart RTSmart RTku
Previous Post

Mahasiswa KKN UM Serahkan Aplikasi AI Agent, Permudah Lacak Aset Kelurahan

Next Post

Gandung Ketua RT45, Perintis Distributor Logistik Jalur Laut Surabaya – Balikpapan

Smart RTku

Smart RTku

Next Post
Ketua RT

Gandung Ketua RT45, Perintis Distributor Logistik Jalur Laut Surabaya - Balikpapan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Universitas Mulia

Tingkatkan SDM Ketua RT, Universitas Mulia Buka Kelas Eksekutif Berbiaya Murah

Juli 22, 2026
Cerita Kampus

Bank Sampah Jadi Program Unggulan KKN Universitas Mulia di RT 52 Muara Rapak

Agustus 26, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

Agustus 11, 2026
Ketua RT Balikpapan

Ketua RT 24 Kasmiran, Perantau Banyuwangi  Tata Permukiman Warga Balikpapan

Agustus 13, 2026
Taman Hutan Kota

Ketua RT Minta Taman Hutan Kota Balikpapan Perlu Dikembangkan

1

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
KTP

KTP Hilang? Begini Cara Mengurusnya

September 12, 2026
Jurnalis andal

UKM Jurnalistik UM Bangkit Kembali

September 12, 2026
Jurnalis

Saat Jurnalistik Dimulai dari Jawaban

September 11, 2026
Lurah Telagasari Satya Nugraha

Urban Farming dari Pekarangan Rumah Warga Telagasari Balikpapan

September 10, 2026

Recent News

KTP

KTP Hilang? Begini Cara Mengurusnya

September 12, 2026
Jurnalis andal

UKM Jurnalistik UM Bangkit Kembali

September 12, 2026
Jurnalis

Saat Jurnalistik Dimulai dari Jawaban

September 11, 2026
Lurah Telagasari Satya Nugraha

Urban Farming dari Pekarangan Rumah Warga Telagasari Balikpapan

September 10, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.