• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
smartrtku.com
Advertisement
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Kisah Warga
  • Cerita Kampus
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
No Result
View All Result
smartrtku.com
No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga
Home Esai

Integritas

Smartrtku by Smartrtku
Juni 26, 2026
in Esai
0
Smartrtku

Ilustrasi, saatnya reorientasi kepemimpinan. (AI/ Smartrrku)

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SMART RTKU – Ada seorang tukang kebun diminta majikannya mengambil buah yang manis.

Namun, berkali-kali diambilkan, buah itu tetap terasa masam. Hal itu membuat majikan hampir marah.

Ia bertanya,’ “Sudah bertahun-tahun engkau bekerja sebagai penjaga kebun, tapi kenapa masih tak bisa membedakan mana buah yang manis dan masam?”

Penjaga kebun itu menundukkan kepalanya. Lalu perlahan menjawab.

“Maaf, Tuan. Anda meminta saya menjaga dan mengurus kebun. Bukan untuk mencicipi buahnya.”

“Saya tidak pernah memakannya, tolong maafkanlah bila saya tidak tahu bedanya ciri buah yang manis atau tidak,” ujarnya.

Majikan itu terhentak. Ruang jiwanya tercabik. Bertahun-tahun, tidak satu pun buahnya diambil penjaga kebunnya.

Bahkan sekadar mencicipi tidak. Ia tercengang dengan amanah penjaga kebun itu.

Singkat kisah, sang majikan akhirnya menikahkan putrinya dengan penjaga kebun tersebut.

Dari pernikahan mereka, lahirlah alim ulama ternama, Syeikh Abdullah bin Mubarok at-Taabi.

Syaikh Abdullah bin Mubarak, lahir 118 H, wafat 181 H. Beliau salah satu ulama besar dari masa Tabi’ut Tabi’in yang sangat masyhur.

BACA JUGA  Prodi Akuntansi Universitas Mulia Perkuat Positioning Menuju Arah Baru

Beliau dihormati karena keluasan ilmunya, sikap kehati-hatiannya, kezuhudan, kedermawanan, dan keberaniannya di medan jihad.

Syekh Mubarok juga bergelar Amirul Mu’minin fil Hadits. Membaca kisahnya, membuat kita berdecak kagum. Sekaligus malu.

Betapa dahsyat integritas orang-orang terdahulu. Jika dibanding kita, mungkin tak ada seujung kuku.

Mereka sangat gemar menjaga amanah. Integritas orang yang amanah membuat tercengang siapapun.

Orang amanah tak melulu lahir dari orang pendidikan, kaya raya, bangsawan, atau srata sosial tinggi lainnya. Tetapi bisa dari mana saja.

Bukan dari keturunan atau kekayaan, melainkan lahir dari perilaku: akhlak dan adab. Kita rindu tauladan dari sosok yang amanah.

Bagaimana sekarang? Anda yang lebih cerdik menjawab pertanyaan ini.

Saya ingin mengajak Anda mengingat ucapan mantan Ketua BEM UGM, Tyo.

Terlepas pro kontra kesantunan dalam kritiknya, tapi banyak dari statement Tyo menohok kita.

Salah satunya kritik Tyo terkait orang-orang yang dekat kekuasaan.

Ia menilai orang-orang lingkaran penguasa bukan dipilih lantaran kompetensi, moralitas dan integritasnya. Melainkan loyalitasnya.

BACA JUGA  Ketua RT 4 Batu Arang Prihatin Kriminalitas di Kampung Atas Air

Meski inkompetensi, tidak memegang nilai-nilai integritas, asal dekat penguasa maka bisa masuk ke dalam lingkaran mereka.

Bahkan masuk dalam jajaran kabinet. Terima tidak terima, itu lah kenyataannya.

Orang-orang yang mengendalikan pemerintahan saat ini bukan karena kemampuan, melainkan karena kedekatan. Karena bekas tim suksesnya.

Sebetulnya tak ada masalah merekrut jajaran dari tim sukses.

Tapi sebaiknya harus melihat latarnya, kompetensi, integritas dan moralitasnya.

Kenyataannya, kita bisa menilai sendiri. Ini terjadi bukan saja di tingkat pusat tapi juga daerah. Nyaris di semua daerah.

Bahkan di daerah kian menyebar kerajaan-kerajaan kecil, politik dinasti.

Misalnya DPRD yang seharusnya mengawasi pemerintahan, menjadi lemah karena mereka kakak beradik.

Apa yang diharapkan dari pemerintahan seperti itu? Bagaimana bisa amanah dengan sistem saling membela sesama keluarga.

Padahal jelas mereka tengah memimpin pemerintahan, memimpin rakyat banyak.

Tapi karena sistemnya dinasti maka saling menutupi.

Tak perlu kita bermimpi mendapat pemimpin sekelas orangtua Syeikh Abdullah bin Mubarok at-Taabi.

Untuk memimpikan para dinasti daerah punya integritas saja, rasanya mustahil.

BACA JUGA  Mungkin 

Dari mana integritasnya? Kalau mengelola daerah dianggap seperti perusahaan atau bahkan keluarga. Seenaknya.

Saya teringat apa yang pernah disampaikan Mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014, Gita Wirjawan.

Ia mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang.

Menurutnya bangsa ini harus berhenti mabuk pada elektabilitas dan popularitas.

Sudah saatnya bergeser pada ukuran yang lebih menentukan: integritas, kapabilitas, dan etikabilitas.

Desakan itu ia sampaikan saat Public Lecture Series, Senin 22 Juni 2026.

“Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas,” saran Wirjawan.

Masih banyak orang-orang berintegritas di kota dan Republik ini.

Masalahnya, kita, apakah berani menolak suap politik 200-300k? Apakah bisa menolak sembako dari calon pemimpin?

Atau apakah mau menelaah rekam jejak calon-calon pemimpin kita.

Apakah mau berlelah-lelah, menyelidiki integritas, kapasitas dan etikabilitas mereka?

Rudi Agung

Tags: KepemimpinanSmart RTSmart RTkuSmartrtku.com
Previous Post

Prodi Akuntansi Universitas Mulia Perkuat Positioning Menuju Arah Baru

Next Post

Warga Karang Joang Minta Lampu Jalan

Smartrtku

Smartrtku

Next Post
Oddang

Warga Karang Joang Minta Lampu Jalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Universitas Mulia

Tingkatkan SDM Ketua RT, Universitas Mulia Buka Kelas Eksekutif Berbiaya Murah

Juli 22, 2026
Ketua RT 4 Balikpapan Barat

Ketua RT 4 Baru Tengah, Wildan: Putuskan Patologi Sosial 

Juni 23, 2026
Bertekad Jadi Profesional Entrepreneur

Bertekad Jadi Profesional Entrepreneur

Juni 11, 2026
Riset

18.215 Riset Terima Pendanaan Triliunan

Juni 17, 2026

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0

The Last Guardian Playstation 4 Game review

0
Universitas Mulia

Membanggakan, Dosen PG-PAUD Universitas Mulia Raih Lisensi Mendeley Advisor

Juli 24, 2026
URI

Tolak URI

Juli 24, 2026
Universitas Mulia

Universitas Mulia Sosialisasikan Gratispol, Mahasiswa Diimbau Cermat Ikuti Mekanisme Pendaftaran

Juli 23, 2026
Universitas Mulia

Mahasiswa Kelas Eksekutif, Suharto: Haus Ilmu Menyatukan Hukum dan Manajemen

Juli 23, 2026

Recent News

Universitas Mulia

Membanggakan, Dosen PG-PAUD Universitas Mulia Raih Lisensi Mendeley Advisor

Juli 24, 2026
URI

Tolak URI

Juli 24, 2026
Universitas Mulia

Universitas Mulia Sosialisasikan Gratispol, Mahasiswa Diimbau Cermat Ikuti Mekanisme Pendaftaran

Juli 23, 2026
Universitas Mulia

Mahasiswa Kelas Eksekutif, Suharto: Haus Ilmu Menyatukan Hukum dan Manajemen

Juli 23, 2026
smartrtku.com

Media pertama yang fokus terhadap pemberitaan lingkungan RT di Kota Balikpapan, Kaltim.

Menyajikan beragam rubrikasi dengan mengangkat isu-isu seputar RT dan kampus. Mengudara di bawah bendera Domain Media Mulia.

Follow Us

Alamat Redaksi

Jl. Letjen Z.A. Maulani No. 9, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Telp. 0542-766766

Kerjasama:
CP: +62 822-9986-7079

Email:
redaksi@smartrtku.com

kerjasama@smartrtku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pemberitaan Ramah Anak
  • Etika Penggunaan AI
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • SmartRTku
  • Berita RT
  • Profil RT
  • Cerita Kampus
  • Kisah Warga
  • Esai
  • UMKM
  • Layanan Warga

Copyright © 2025 SmartRtku.com – Domain Media Mulia. All Right Reserved.